AS Resmi Jatuhkan Sanksi Baru dan Usir Diplomat Rusia

Kamis, 15 April 2021 - 21:25 WIB
loading...
AS Resmi Jatuhkan Sanksi...
Biden mengeluarkan perintah eksekutif yang memberi otorisasi kepada pemerintah AS untuk memberikan sanksi kepada sektor mana pun dalam ekonomi Rusia. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan berbagai sanksi baru terhadap Rusia, atas dugaan campur tangan dalam pemilihan AS, peretasan dunia maya, penindasan Ukraina dan tindakan "merusak" lainnya. Selain itu, Washington juga mengusir 10 diplomat Rusia.

Presiden AS, Joe Biden mengeluarkan perintah eksekutif yang memberi otorisasi kepada pemerintah AS untuk memberikan sanksi kepada sektor mana pun dalam ekonomi Rusia dan menggunakannya untuk membatasi kemampuan Rusia untuk mengeluarkan utang negara guna menghukum Moskow karena ikut campur dalam pemilu 2020.

Biden melarang lembaga keuangan AS untuk mengambil bagian dalam pasar utama obligasi pemerintah Rusia berdenominasi rubel mulai 14 Juni. Bank-bank AS dilarang mengambil bagian dalam pasar primer untuk obligasi negara non-rubel sejak 2019.

Departemen Keuangan AS juga memasukkan 32 entitas dan individu ke daftar hitam yang dikatakan telah melakukan upaya yang diarahkan pemerintah Rusia untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS 2020.

"Dan atas tindakan disinformasi dan campur tangan lainnya," kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (15/4/2021). Baca juga: Memanas, AS Hendak Jatuhkan Sanksi dan Usir 10 Diplomat Rusia

Washington juga memberikan sanksi kepada delapan orang yang terkait dengan pendudukan dan penindasan Rusia yang sedang berlangsung di Crimea, yang dianeksasi Rusia dari Ukraina pada tahun 2014.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan telah mengusir 10 diplomat Rusia di Washington D.C., termasuk perwakilan dari badan intelijen Rusia dan untuk pertama kalinya, secara resmi menyebut Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) sebagai pelaku peretasan SolarWinds Corp.

"Apa yang akan diumumkan Biden hari ini, kami yakin, adalah langkah-langkah proporsional untuk membela kepentingan Amerika dalam menanggapi tindakan Rusia yang berbahaya termasuk gangguan dunia maya dan campur tangan pemilu," kata penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan.

"Tujuannya adalah untuk memberikan tanggapan yang signifikan dan kredibel tetapi tidak untuk meningkatkan situasi." tukasnya. Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Cuma Merayap Tipis
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved