Kremlin: Penerapan Sanksi Bukti Tindakan dan Perkataan AS Bertolak Belakang

Kamis, 15 April 2021 - 19:48 WIB
loading...
Kremlin: Penerapan Sanksi...
Kremlin menyebut bagian baru dari sanksi hipotesis AS terhadap Rusia, jika diambil, akan menunjukkan perbedaan antara kata-kata dan tindakan di pihak Amerika. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Bagian baru dari sanksi hipotesis Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia, jika diambil, akan menunjukkan perbedaan antara kata-kata dan tindakan di pihak Amerika. Hal itu diungkapkan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

"Maka, kata-kata mereka tidak akan berkorelasi dengan tindakan," katanya, ketika ditanya apa yang akan terjadi jika AS memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Rusia.

Peskov, seperti dilansir Tass pada Kamis (15/4/2021), kemudian menyinggung pembicaraan telepon antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden AS, Joe Biden. Baca juga: Memanas, AS Hendak Jatuhkan Sanksi dan Usir 10 Diplomat Rusia

Menurut Peskov, dalam pembicaraan tersebut, Putin dan Biden menyinggung peningkatan ketegangan di Ukraina. "Masalah ini telah disentuh dan Putin selalu memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi di sana," kata Peskov.

Sebelumnya diwartakan, AS berencana menjatuhkan sanksi terhadap belasan pejabat dan 20 entitas Rusia . Washington juga hendak mengusir 10 diplomat Moskow. Baca juga: Situasi di Ukraina Memanas, Biden Telepon Putin Ajak Bertemu

Sumber-sumber pemerintahan Biden yang dikutip Bloomberg mengatakan, langkah Amerika tersebut sebagai pembalasan atas tuduhan upaya mengganggu pemilu AS dan peretasan SolarWinds.

Salah satu sumber—yang menolak diidentifikasi karena masalah ini sensitif—mengatakan ada 12 pejabat pemerintah dan intelijen Rusia yang akan dijatuhi sanksi. Selain itu, 20 entitas juga akan mendapat tindakan serupa. Bahkan, 10 diplomat Rusia akan diusir dari AS.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
Tumbangkan Jerman, Paraguay...
Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved