Dapat Transferan Nyasar Rp17,5 Miliar, Wanita AS Ogah Mengembalikan ke Bank

Kamis, 15 April 2021 - 15:31 WIB
loading...
Dapat Transferan Nyasar...
Kelyn Spadoni, wanita AS yang mendapat uang transferan nyasar dari bank senilai Rp17,5 miliar. Dia ditangkap polisi karena menolak mengembalikan uang itu ke bank. Foto/NY Post
A A A
JEFFERSON PARISH - Seorang wanita di Amerika Serikat (AS) mendapat transferan uang USD1,2 juta (Rp17,5 miliar) dari bank yang salah transfer. Namun dia menolak mengembalikan uang itu ke bank, yang membuatnya ditangkap polisi.

Kelyn Spadoni, seorang petugas operator 911 di sebuah kantor Sheriff Jefferson Parish, menolak mengembalikan uang USD1,2 juta yang secara tidak sengaja ditransfer ke rekeningnya oleh Charles Schwab—sebuah bank yang juga perusahaan jasa keuangan di Amerika.

Baca juga: Pria Cacat Dikremasi Hidup-hidup, Gantikan Mayat Pria Kaya yang Minta Dikubur

Sikapnya yang menolak mengembalikan uang ke bank juga membuat wanita asal Louisiana itu dipecat dari kantor sheriff. Dia sudah bekerja di kantor itu lebih dari empat tahun.

Spadoni ditangkap polisi minggu lalu. Pihak Charles Schwab menggugatnya. Perusahaan itu menyalahkan kesalahan pemasangan kabel pada "software enhancement" sebagai penyebab insiden salah transfer.

Charles Schwab secara keliru menyetor uang itu ke rekening Kelyn Spadoni yang berusia 33 tahun.

Spadoni didakwa dengan pencurian senilai lebih dari USD25.000, penipuan bank dan transmisi dana moneter ilegal. Demikian disampaikan juru bicara kantor sheriff setempat, Jason Rivarde, seperti dikutip dari Nola.com, Kamis (15/4/2021).

Spadoni dituduh dengan cepat memindahkan uang itu ke rekening lain dan menggunakan sebagian dari dana tersebut untuk membeli rumah dan mobil baru.

Kapten Rivarde mengatakan kepada Nola.com: "Ini bukan uangnya, meskipun itu ditransfer kepadanya."

"Dia tidak memiliki klaim legal atas uang itu. Bahkan jika dimasukkan ke sana karena kesalahan. Itu kesalahan akuntansi," katanya.

Spadoni digugat oleh Charles Schwab di pengadilan federal. Mereka menuduhnya menghindar untuk menjawab panggilan telepon, teks pesan singkat, dan email mereka.

Gugatan itu diajukan pada Selasa 6 April di Pengadilan Distrik AS di New Orleans. Dinyatakan bahwa Spadoni membuka rekening di bank Charles Schwab pada bulan Januari dan bahwa uang itu ditransfer ke rekeningnya sekitar sebulan kemudian setelah "perangkat tambahan" dipasang di perangkat lunak yang digunakan untuk mentransfer aset.

Catatan pengadilan mengatakan bahwa Charles Schwab bermaksud mengirim USD82,56 ke rekening milik Spadoni pada 23 Februari tetapi malah mengirim USD1.205.619.

Baca juga: Sipir Cantik Pacaran dengan Napi, Ketahuan Gara-gara Tato di Pahanya

Staf Schwab mencoba menghentikan atau mengeklaim kembali transferan uang itu, tetapi gagal.

Kapten Rivarde mengatakan kegagalan tu terjadi karena Spadoni sudah memindahkan uang dari rekeningnya. "Dia menyembunyikannya, dan mereka tidak dapat mengaksesnya," katanya.

Schwab mencoba menghubungi Spadoni selama berminggu-minggu, tetapi tidak berhasil. Dokumen gugatan pengadilan berbunyi: "Dengan perilakunya, Spadoni telah menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud mengembalikan dana yang salah ditransfer ke Schwab."

Catatan pengadilan mengatakan bahwa Spadoni ditahan di Pusat Pemasyarakatan Paroki Jefferson di Gretna.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved