Turki Tak Terima Perdana Menteri Italia Sebut Erdogan Diktator

Kamis, 15 April 2021 - 05:04 WIB
loading...
Turki Tak Terima Perdana...
Presiden Turki Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan menuduh Perdana Menteri (PM) Italia Mario Draghi berperilaku kurang ajar dan tidak hormat setelah dia menyebut pemimpin Turki itu sebagai "diktator".

Pekan lalu, Draghi mengatakan Erdogan telah mempermalukan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen selama kunjungannya ke Ankara dan bahwa penting untuk berterus terang kepada "diktator".

Pernyataan Draghi itu mengundang kecaman dari Ankara.

Baca juga: Pertama di Dunia, Denmark Setop Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Dalam komentar publik pertama tentang masalah ini, Erdogan mengatakan di Ankara bahwa Draghi telah merusak hubungan antara Turki dan Italia.

Baca juga: Kelinci Terbesar di Dunia Dicuri, Polisi Inggris Buru Para Pelaku

Erdogan mengatakan Perdana Menteri Italia itu tidak memiliki legitimasi demokratis untuk membuat kritik semacam itu.

Baca juga: Menlu Iran: Sanksi dan Sabotase Tak Akan Paksa Kami Bernegosiasi

"Pernyataan yang dibuat oleh perdana menteri Italia adalah sangat tidak sopan dan tidak hormat," ujar Erdogan.

"Di saat kami berharap hubungan Turki-Italia bisa mencapai titik yang baik, dengan membuat pernyataan ini, pria bernama Draghi ini sayangnya telah merusak hubungan di antara kita," papar dia.

“Anda sampai di sana dengan ditunjuk, Anda tidak terpilih (lewat pemilu). Agar Anda dapat membuat pernyataan seperti itu tentang Tayyip Erdogan, Anda harus terlebih dahulu mengetahui sejarah Anda sendiri. Tetapi, kami melihat bahwa Anda tidak demikian,” tutur Erdogan, dengan merujuk pada diktator fasis Italia Benito Mussolini.

Draghi adalah mantan presiden Bank Sentral Eropa yang tidak menjadi PM melalui pemilu tetapi direkrut oleh presiden Italia pada Februari untuk memimpin pemerintahan baru setelah koalisi sebelumnya runtuh di tengah pertikaian partai.

Von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel bertemu Erdogan di Ankara pekan lalu dan menyampaikan keprihatinan Uni Eropa tentang catatan Turki terkait hak asasi manusia (HAM).

Pada pertemuan tersebut, von der Leyen jelas terkejut ketika kedua pria itu duduk di dua kursi yang disiapkan, menempatkan dia ke sofa yang berdekatan.

Hubungan antara sekutu NATO Turki dan Italia sebagian besar positif dalam beberapa tahun terakhir.

Keduanya mengadakan pembicaraan tentang konflik di Libya, ketegangan di Mediterania timur, dan kerja sama pertahanan.

Tetapi hubungan yang lebih luas antara Ankara dan UE telah lama tegang, terutama setelah kudeta yang gagal di Turki pada 2016 yang memicu tindakan keras yang menyebabkan penangkapan ribuan orang.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
Perdana Menteri Inggris...
Perdana Menteri Inggris Baru Keir Starmer Mulai Bertugas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved