Hongaria Larang Warganya Ubah Jenis Kelamin

Kamis, 21 Mei 2020 - 01:13 WIB
loading...
Hongaria Larang Warganya...
Hongaria melarang warganya untuk merubah jenis kelamin. Foto/Ilustrasi
A A A
BUDAPEST - Hongaria secara resmi melarang warganya untuk mengubah jenis kelamin. Keputusan ini dinilai para pegiat hak asasi manusia dapat menyebabkan intoleransi dan diskrimiasi lebih lanjut terhadap komunitas LGBTQ di negara itu.

Parlemen Hongariasepakat untuk melarang waria dan interseks mengubah jenis kelamin mereka pada dokumen identitas.

Melalui voting sebanyak 134 anggota parlemen Hongaria memberikan suara untuk mendefinisikan jenis kelamin berdasarkan jenis kelamin saat lahir, sebagaimana terdaftar dalam akta kelahiran. Sementara 56 suara menentang dan empat memilih untuk abstain.

"Keputusan ini mendorong Hongaria kembali ke zaman kegelapan dan menginjak-injak hak-hak transgender dan interseks. Ini tidak hanya akan mengekspos mereka pada diskriminasi lebih lanjut tetapi juga akan memperdalam mereka yang sudah intoleran dan lingkungan bermusuhan yang dihadapi oleh komunitas LGBTI," kata peneliti Amnesty International, Krisztina Tamás-Sáróy, dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan secara online seperti dilansir dari CNN, Kamis (21/5/2020).

Kelompok hak asasi manusia, Hatter Society mengatakan, undang-undang itu melanggar hak dasar konstitusional dan telah ditentang oleh Parlemen Eropa serta Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia. Dikatakan organisasi LGBTI sekarang meminta undang-undang tersebut dikirim untuk ditinjau kembali ke Mahkamah Konstitusi.

Mahkamah Konstitusi adalah organ utama yang melindungi negara demokratis melalui supremasi hukum, dan memutuskan konstitusionalitas tindakan parlemen dan kasus-kasus lainnya.

Sementara Hongaria adalah anggota Uni Eropa, Perdana Menteri Viktor Orban telah mengambil kebijakan sendiri dalam beberapa tahun terakhir, mengeluarkan serangkaian undang-undang yang telah diperingatkan oleh para pemimpin Uni Eropa akan merusak demokrasi negara itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Hungaria Magyar Peringatkan...
PM Hungaria Magyar Peringatkan Netanyahu akan Ditangkap
Viktor Orban Tumbang,...
Viktor Orban Tumbang, Netanyahu dan Trump Kehilangan Sekutu Dekat di Eropa
Siapa Peter Magyar?...
Siapa Peter Magyar? Pengkhianat Rezim Viktor Orban yang Terpilih sebagai PM Hongaria
PM Viktor Orban, Sekutu...
PM Viktor Orban, Sekutu Trump, Kalah Pemilu Hongaria setelah 16 Tahun Berkuasa
PM Hongaria Sebut Uni...
PM Hongaria Sebut Uni Eropa Terlalu Berfantasi tentang Rusia, Apa Pemicunya?
Menlu Hongaria Sebut...
Menlu Hongaria Sebut Pemimpin Eropa seperti Pengasuhnya Zelensky
AS Melunak, 2 Negara...
AS Melunak, 2 Negara NATO Ini Boleh Bayar Gas Rusia ke Gazprombank
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak
Rekomendasi
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Berita Terkini
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved