Hizbullah Lebanon Dapat Menyerang Kepentingan AS di Kawasan
Rabu, 14 April 2021 - 06:07 WIB
loading...
Poster menunjukkan mendiang Komandan militer Hizbullah Imad Mughniyeh dan Komandan Pasukan Quds Iran Qassem Soleimani di Ain Qana, Lebanon, 22 September 2020. Foto/REUTERS
A
A
A
BEIRUT - Hizbullah Lebanon dapat melakukan serangan terhadap berbagai kepentingan Amerika Serikat (AS).
Kelompok yang didukung Iran itu terus mencoba mendorong Amerika Serikat keluar dari kawasan itu.
Ancaman serangan Hizbullah itu diungkapkan dalam laporan intelijen terbaru.
"Kami memperkirakan Hizbullah, dalam koordinasi dengan Iran dan militan Syiah yang berpihak pada Iran, terus mengembangkan kemampuan teroris sebagai pencegah, sebagai opsi pembalasan, dan sebagai instrumen pemaksaan terhadap musuh-musuhnya," ungkap penilaian intelijen AS, dilansir Al Arabiya.
Baca juga: Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%
Menurut Penilaian Ancaman Tahunan Komunitas Intelijen AS 2021, Hizbullah mungkin melakukan serangan terhadap AS dan kepentingan aliansi sebagai tanggapan atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan sebagai upaya mendorong Amerika Serikat keluar dari wilayah tersebut.
Baca juga: Gedung Putih: AS Tidak Terlibat Sabotase Situs Nuklir Iran
Kelompok yang didukung Iran itu terus mencoba mendorong Amerika Serikat keluar dari kawasan itu.
Ancaman serangan Hizbullah itu diungkapkan dalam laporan intelijen terbaru.
"Kami memperkirakan Hizbullah, dalam koordinasi dengan Iran dan militan Syiah yang berpihak pada Iran, terus mengembangkan kemampuan teroris sebagai pencegah, sebagai opsi pembalasan, dan sebagai instrumen pemaksaan terhadap musuh-musuhnya," ungkap penilaian intelijen AS, dilansir Al Arabiya.
Baca juga: Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%
Menurut Penilaian Ancaman Tahunan Komunitas Intelijen AS 2021, Hizbullah mungkin melakukan serangan terhadap AS dan kepentingan aliansi sebagai tanggapan atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan sebagai upaya mendorong Amerika Serikat keluar dari wilayah tersebut.
Baca juga: Gedung Putih: AS Tidak Terlibat Sabotase Situs Nuklir Iran
Lihat Juga :