Hizbullah Lebanon Dapat Menyerang Kepentingan AS di Kawasan

loading...
Hizbullah Lebanon Dapat Menyerang Kepentingan AS di Kawasan
Poster menunjukkan mendiang Komandan militer Hizbullah Imad Mughniyeh dan Komandan Pasukan Quds Iran Qassem Soleimani di Ain Qana, Lebanon, 22 September 2020. Foto/REUTERS
BEIRUT - Hizbullah Lebanon dapat melakukan serangan terhadap berbagai kepentingan Amerika Serikat (AS).

Kelompok yang didukung Iran itu terus mencoba mendorong Amerika Serikat keluar dari kawasan itu.

Ancaman serangan Hizbullah itu diungkapkan dalam laporan intelijen terbaru.

"Kami memperkirakan Hizbullah, dalam koordinasi dengan Iran dan militan Syiah yang berpihak pada Iran, terus mengembangkan kemampuan teroris sebagai pencegah, sebagai opsi pembalasan, dan sebagai instrumen pemaksaan terhadap musuh-musuhnya," ungkap penilaian intelijen AS, dilansir Al Arabiya.

Baca juga: Tak Gentar Sabotase Israel, Iran Mulai Pengayaan Uranium 60%



Menurut Penilaian Ancaman Tahunan Komunitas Intelijen AS 2021, Hizbullah mungkin melakukan serangan terhadap AS dan kepentingan aliansi sebagai tanggapan atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan sebagai upaya mendorong Amerika Serikat keluar dari wilayah tersebut.

Baca juga: Gedung Putih: AS Tidak Terlibat Sabotase Situs Nuklir Iran

Laporan tahunan itu berfokus pada ancaman paling langsung dan serius bagi AS untuk tahun mendatang.

Baca juga: Israel Hadapi Ancaman Berbahaya dari Drone, Kelemahannya Terkuak

Laporan itu mengatakan China adalah ancaman utama bagi keamanan nasional AS, tetapi Rusia juga merupakan ancaman langsung setelah Beijing.



Iran dan Korea Utara juga dianggap sebagai ancaman utama bagi AS. Akhir pekan ini, direktur CIA yang baru dikonfirmasi Bill Burns dan Direktur Intelijen Nasional (DNI) Avril Haines akan memberi keterangan dan ditanyai tentang laporan tersebut.

“Penyebaran ancaman teroris secara global, persaingan banyak negara, dan dalam beberapa kasus penurunan bantuan (kontraterorisme) Barat mungkin akan memperluas kesempatan bagi teroris dan memberi mereka ruang untuk pulih dari kemunduran baru-baru ini,” ungkap laporan itu ketika membahas Hizbullah.

Upaya Hizbullah mengurangi pengaruh AS di Lebanon khususnya dan di seluruh Timur Tengah secara lebih umum ditingkatkan setelah mantan Presiden AS Donald Trump memerintahkan pembunuhan seorang jenderal top Iran pada 2020.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top