Hizbullah Lebanon Dapat Menyerang Kepentingan AS di Kawasan

Rabu, 14 April 2021 - 06:07 WIB
loading...
A A A
Laporan tahunan itu berfokus pada ancaman paling langsung dan serius bagi AS untuk tahun mendatang.

Baca juga: Israel Hadapi Ancaman Berbahaya dari Drone, Kelemahannya Terkuak

Laporan itu mengatakan China adalah ancaman utama bagi keamanan nasional AS, tetapi Rusia juga merupakan ancaman langsung setelah Beijing.

Iran dan Korea Utara juga dianggap sebagai ancaman utama bagi AS. Akhir pekan ini, direktur CIA yang baru dikonfirmasi Bill Burns dan Direktur Intelijen Nasional (DNI) Avril Haines akan memberi keterangan dan ditanyai tentang laporan tersebut.

“Penyebaran ancaman teroris secara global, persaingan banyak negara, dan dalam beberapa kasus penurunan bantuan (kontraterorisme) Barat mungkin akan memperluas kesempatan bagi teroris dan memberi mereka ruang untuk pulih dari kemunduran baru-baru ini,” ungkap laporan itu ketika membahas Hizbullah.

Upaya Hizbullah mengurangi pengaruh AS di Lebanon khususnya dan di seluruh Timur Tengah secara lebih umum ditingkatkan setelah mantan Presiden AS Donald Trump memerintahkan pembunuhan seorang jenderal top Iran pada 2020.

"Hizbullah mempertahankan kemampuan untuk menargetkan, baik secara langsung maupun tidak langsung, kepentingan AS di Lebanon, di kawasan itu, di luar negeri, dan pada tingkat yang lebih rendah di Amerika Serikat," ungkap laporan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved