Jerman dan Jepang Perluas Kerja Sama Militer, Bersatu Melawan China

Rabu, 14 April 2021 - 03:03 WIB
loading...
Jerman dan Jepang Perluas...
Menlu Jepang Toshimitsu Motegi (kedua kanan) dan Menhan Jepang Nobuo Kishi (kanan) saat konferensi video dengan Menlu Jerman Heiko Maas (kiri atas) dan Menhan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer (kanan atas) di Tokyo, 13 April 2021. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Jepang dan Jerman sepakat memperluas kerja sama militer karena kedua negara khawatir dengan meningkatnya aktivitas China di kawasan Indo-Pasifik.

Pada perundingan "dua-tambah-dua" yang diadakan secara online, para menteri luar negeri (menlu) dan menteri pertahanan (menhan) Jepang dan Jerman sepakat meningkatkan kerja sama mereka dalam peralatan pertahanan dan militer serta transfer teknologi berdasarkan pakta berbagi intelijen yang ditandatangani pada Maret.

“Keempat menteri itu bertukar pandangan tentang klaim teritorial China di Laut China Timur dan Laut China Selatan serta berbagi kekhawatiran besar atas situasi di Hong Kong dan kondisi hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang China,” ungkap pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang.

Baca juga: Tanggapi Ancaman NATO, Rusia Tingkatkan Kesiapan Tempur

Jerman telah meningkatkan keterlibatan di wilayah Indo-Pasifik dan akan mengirimkan kapal fregat ke wilayah tersebut.

Baca juga: Israel Hadapi Ancaman Berbahaya dari Drone, Kelemahannya Terkuak

Jepang menyambut baik rencana tersebut dan menyarankan kemungkinan latihan angkatan laut bersama serta partisipasi Jerman dalam misi patroli untuk mengawasi perdagangan ilegal kapal-ke-kapal yang melibatkan Korea Utara (Korut).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved