Sengketa Terumbu Karang, Filipina Panggil Duta Besar China
Selasa, 13 April 2021 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jet Tempur Filipina Terbang di Atas Ratusan Kapal Milisi Maritim China
Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mendukung Filipina di tengah kebuntuan. Departemen Pertahanan Nasional di Manila mengatakan pekan lalu bahwa Filipina dapat meminta bantuan AS, yang memiliki perjanjian pertahanan bersama, untuk melindungi kepentingannya di Laut China Selatan.
Baca juga: China Semakin Agresif, AS Tegaskan Siap Bela Filipina dan Taiwan
Protes profil tinggi Filipina terhadap China atas Whitsun Reef telah terkuak di tengah hubungan yang lebih nyaman yang dipelihara Presiden Rodrigo Duterte dengan China setelah menjabat pada pertengahan 2016. Duterte telah berulang kali dikritik karena tidak segera menuntut kepatuhan China dengan putusan arbitrase 2016 dan mengambil sikap yang lebih tegas terhadap tindakan China di perairan yang disengketakan.
Rantai kepulauan Spratly, pulau kecil dan atol diklaim seluruhnya atau sebagian oleh China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei. China telah mengubah tujuh terumbu karang yang disengketakan menjadi pangkalan pulau yang dilindungi rudal dalam beberapa tahun terakhir, meningkatkan ketegangan di tempat yang telah lama ditakuti sebagai titik hotspot potensial di Asia.
Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mendukung Filipina di tengah kebuntuan. Departemen Pertahanan Nasional di Manila mengatakan pekan lalu bahwa Filipina dapat meminta bantuan AS, yang memiliki perjanjian pertahanan bersama, untuk melindungi kepentingannya di Laut China Selatan.
Baca juga: China Semakin Agresif, AS Tegaskan Siap Bela Filipina dan Taiwan
Protes profil tinggi Filipina terhadap China atas Whitsun Reef telah terkuak di tengah hubungan yang lebih nyaman yang dipelihara Presiden Rodrigo Duterte dengan China setelah menjabat pada pertengahan 2016. Duterte telah berulang kali dikritik karena tidak segera menuntut kepatuhan China dengan putusan arbitrase 2016 dan mengambil sikap yang lebih tegas terhadap tindakan China di perairan yang disengketakan.
Rantai kepulauan Spratly, pulau kecil dan atol diklaim seluruhnya atau sebagian oleh China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei. China telah mengubah tujuh terumbu karang yang disengketakan menjadi pangkalan pulau yang dilindungi rudal dalam beberapa tahun terakhir, meningkatkan ketegangan di tempat yang telah lama ditakuti sebagai titik hotspot potensial di Asia.
(ian)
Lihat Juga :