Ukraina Tak Gentar dengan Tekanan Rusia

loading...
Ukraina Tak Gentar dengan Tekanan Rusia
Pasukkan Ukraina di Donbass. Ukraina mengatakan tidak akan mundur meski mendapat tekanan dari Rusia. Foto/Jamestown.org
KIEV - Ukraina menyatakan tidak akan mundur karena tekanan Rusia di tengah meningkatnya permusuhan di sepanjang perbatasan antara kedua negara.

Menteri Pertahanan Ukraina Andrii Taran mengatakan Rusia berusaha memaksa Kiev untuk menyerah dalam negosiasi dengan meningkatkan kehadiran militernya di perbatasan. Meski begitu ia menegaskan bahwa Ukraina tidak akan berhenti berperang.

"Tujuan sebenarnya Rusia membangun militer di sepanjang perbatasan Ukraina dan di wilayah pendudukan sementara Republik Otonomi Crimea, mungkin meningkatkan tekanan pada Ukraina untuk tujuan memaksanya menyerah dalam proses negosiasi," kata Taran dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Panglima Militer Ukraina Klaim Tak Akan Serang Separatis Pro-Rusia

"Api permusuhan yang dibakar oleh Rusia hanya untuk dijinakkan dengan cara politik dan diplomatik. Ukraina awalnya bertujuan untuk cara beradab mengembalikan wilayah yang diduduki sementara. Namun, tidak boleh ada kompromi dalam hal membela kepentingan Ukraina," tambahnya seperti dikutip dari The Hill, Minggu (11/4/2021).



Pernyataan itu menandai lonjakan terbaru dalam meningkatnya ketegangan antara Kiev dan Moskow.

Kemudian dalam pernyataannya, Taran meminta negara-negara Barat untuk menolak ancaman terbaru Rusia, mengakui bahwa Ukraina sendiri akan terlalu lemah untuk memerangi agresi negara itu.

"Federasi Rusia harus memahami bahwa setiap agresi dan eskalasi aktif dalam hal lingkungan keamanan akan mengarah pada tanggapan yang jelas dan kuat dari komunitas internasional. Mekanisme paling meyakinkan dan efektif untuk menyajikan posisi yang tegas, berkelanjutan dan tanpa kompromi dari dunia internasional kepada pejabat Moskow, khususnya negara-negara Eropa dan Euro-Atlantik mendukung Ukraina," ucap Taran.

Baca juga: Rusia-Ukraina Bersitegang, AS Pertimbangkan Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam

Ukraina pekan lalu mengumumkan akan mengadakan latihan militer bersama dengan pasukan NATO akhir tahun ini, menyusul manuver militer Rusia.



Sementera itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengadakan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Prancis dan Jerman pada hari Jumat di mana mereka membahas pentingnya mendukung Ukraina melawan provokasi sepihak Rusia di sepanjang Garis Kontak di timur Ukraina, di Crimea yang diduduki, dan di sepanjang perbatasan Ukraina serta perlunya bagi Rusia untuk segera menghentikan pembangunan militernya dan retorika yang menghasut.

Pertempuran antara militer Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di bagian timur negara itu telah meningkat, dan peningkatan militer Rusia di perbatasan hanyalah yang terbaru dari serangkaian postur agresif.

Kremlin mengancam akan melanggar perbatasan, dengan pejabat senior Kremlin Dmitry Kozak pekan lalu memperingatkan bahwa Rusia akan siap untuk membela warga yang tinggal di timur Ukraina.

Baca juga: Rusia akan Pertahankan Pasukan Dekat Perbatasan Ukraina
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top