Di Vanuatu, Sosok Pangeran Philip Disembah seperti Dewa

Sabtu, 10 April 2021 - 03:29 WIB
loading...
A A A
Pengikut "Prince Philip Movement" percaya bahwa Duke of Edinburgh adalah putra "berkulit pucat" dari Dewa Gunung yang bepergian ke luar negeri untuk menikahi wanita yang kuat, dan suatu hari akan kembali ke suku mereka.

Sekte tersebut diperkirakan telah didirikan pada 1950-an atau 1960-an, tetapi semakin diperkuat ketika Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II mengunjungi Vanuatu untuk tugas resmi pada tahun 1974.

Baca juga: Para Pemimpin Dunia Berduka atas Meninggalnya Duke of Edinburgh

Kepala suku Imanourane Jack Malia mengungkapkan bahwa Pangeran Philip telah menasihati penduduk desa untuk tidak pernah menerima uang dari pengunjung, hanya makanan untuk dibagikan, dan menjelaskan bahwa Duke of Edinburgh dijunjung tinggi. "Karena nenek moyang memberi tahu kami bahwa sebagian dari kebiasaan kami ada di Inggris," katanya, seperti dikutip The Mirror, Sabtu (10/4/2021).

Enam tahun kemudian, pada tahun 1980, para pengikut sekte itu mengatur klub tradisional pembantai babi, yang disebut nal-nal, untuk dikirim ke Pangeran Philip di London. Sang pangeran mengirim gambar yang memegang barang pemberianmereka sebagai balasannya dan gambar itu dihormati di antara suku dan dianggap suci.

Dilaporkan bahwa penduduk pulau percaya keputusan Philip untuk pensiun pada 2017 memicu topan tropis. Menurut penduduk, pengumuman bahwa dia mundur dari tugas kerajaan mengurangi kemungkinan dia akan berkunjung lagi ke pulau itu, yang tercermin dalam cuaca.

Mereka mengatakan kembalinya Pangeran Philip ke pulau itu akan menghasilkan peruntungan, seperti yang dikatakan Malia pada saat itu: "Jika dia datang, orang-orang tidak akan miskin, tidak akan ada penyakit, tidak ada utang dan taman akan tumbuh sangat baik."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dianggap Mempermalukan...
Dianggap Mempermalukan Kerajaan Inggris, Pangeran Andrew Dicabut dari Garis Suksesi
YouTuber Inggris Menguji...
YouTuber Inggris Menguji Siapa yang Lebih Cepat antara Pesawat dan Kereta Api
6 Upaya Pembunuhan yang...
6 Upaya Pembunuhan yang Gagal terhadap Keluarga Kerajaan Inggris
Kapal Mata-mata Rusia...
Kapal Mata-mata Rusia Tembakkan Laser ke Pilot Jet Tempur Inggris
Skandal Lain Eks Pangeran...
Skandal Lain Eks Pangeran Andrew: Booking Hotel Mewah Thailand dan Bawa 40 PSK
Penusukan Massal di...
Penusukan Massal di Kereta London Guncang Inggris, 11 Orang Terluka
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Jenderal Lebanon Dibunuh...
Jenderal Lebanon Dibunuh Israel, Hizbullah: Kejahatan Keji!
Rekomendasi
Segera Dibuka, Begini...
Segera Dibuka, Begini Ketentuan dan Jadwal Jalur Domisili di SPMB Jakarta 2026
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
Berita Terkini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved