Kutip Al-Qur'an, Mantan Istri Kecam PM Pakistan soal Penyebab Pemerkosaan

Jum'at, 09 April 2021 - 02:55 WIB
loading...
Kutip Al-Quran, Mantan...
Jemima Goldsmith, mantan istri Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Foto/REUTERS
A A A
ISLAMABAD - Perdana Menteri (PM) Pakistan menyalahkan pakaian vulgar perempuan sebagai pemicu meningkatnya pemerkosaan di negara itu. Mantan istrinya, Jemima Goldsmith,mengacam komentar tersebut dengan mengutip ayat Al-Qur'an sebagai dasar pembelaan.

"'Katakan kepada orang-orang beriman, agar mereka menjaga pandangan mereka dan menjaga bagian pribadi mereka', Quran 24:31. Tanggung jawab ada pada laki-laki," tulis Goldsmith, 47, perempuan asal Inggris yang kini berprofesi sebagai penulis skenario.

Baca juga: Salahkan Pakaian Wanita atas Maraknya Pemerkosaan, PM Pakistan Dikecam

Terjemahan secara umum atas ayat tersebut berbunyi; "Katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar menjaga pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka."

Goldsmith menceraikan PM Khan setelah sembilan tahun menikah pada tahun 2004 karena kehidupan politik Khan yang sibuk.

Komentar PM Khan soal pakaian vulgar perempuan sebagai pemicu maraknya pemerkosaan di Pakistan dibuat dalam acara di televisi. "Sejarah dunia menceritakan ketika Anda meningkatkan fahashi (vulgaritas) di masyarakat, dua hal terjadi: kejahatan seks
meningkat dan sistem keluarga rusak. Seluruh konsep purdah ini untuk menghindari godaan," kata PM Khan.

Sesuai data resmi Pakistan, hanya 77 terdakwa pemerkosaan yang telah dihukum—hanya 0,3 persen dari jumlah total dan hanya 18 persen kasus pemerkosaan yang telah mencapai tahap penuntutan dalam enam tahun terakhir di Pakistan.

Para aktivis hak-hak perempuan di negara itu mengecam komentar PM Khan dan menuduhnya memiliki "ketidaktahuan yang membingungkan".

Ratusan orang menandatangani pernyataan yang diedarkan secara online pada hari Rabu, menyebut pernyataan PM Khan secara faktual tidak benar, tidak sensitif dan berbahaya.

"Kesalahan semata-mata terletak pada pemerkosa dan sistem yang memungkinkan pemerkosa, termasuk budaya yang dipupuk oleh pernyataan seperti yang dibuat oleh (PM Khan)," bunyi pernyataan itu.

Perdana Menteri juga dikecam oleh Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan, pengawas hak asasi independen, yang mengatakan terkejut dengan "ketidaktahuan yang membingungkan" oleh Khan.

“Hal ini tidak hanya mengkhianati ketidaktahuan yang membingungkan tentang di mana, mengapa dan bagaimana pemerkosaan terjadi, tetapi juga menyalahkan para penyintas pemerkosaan, yang, sebagaimana harus diketahui oleh pemerintah, dapat berkisar dari anak-anak hingga korban kejahatan kehormatan,” kata komisi tersebut.

PM Khan telah berubah menjadi sosok yang lebih konservatif setelah meninggalkan kriket profesional untuk memasuki politik pada tahun 1996.

Baca juga: Keputusan Mengejutkan, Penerus PM Lee Ingin Singapura Dipimpin Anak Muda

Setelah sembilan tahun pernikahannya dengan Jemima Goldsmith sejak 1995, dan pernikahan sembilan bulan yang menggelora dengan mantan pembaca berita BBC Reham Khan yang berakhir pada 2015, bintang pemenang Piala Dunia itu menikah untuk ketiga kalinya pada 2018.

Istri ketiganya, Bushra Bibi, 47, penasihat spiritual Khan, menggunakan cadar penuh pada upacara tradisional Islam, dan biasanya mengenakan jilbab penuh untuk menutupi wajahnya saat tampil di depan umum.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Di Tengah Piala Dunia...
Di Tengah Piala Dunia 2026, Kapten Timnas Cape Verde Diselidiki Polisi atas Dugaan Pemerkosaan
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved