AS Pulihkan Bantuan untuk Palestina Senilai Rp3,4 Triliun
Kamis, 08 April 2021 - 06:07 WIB
loading...
A
A
A
Langkah tersebut secara luas dipandang sebagai upaya memaksa Palestina bernegosiasi dengan Israel.
Pemangkasan bantuan itu oleh Trump terjadi setelah para pemimpin Palestina memutuskan memboikot upaya perdamaian pemerintahan Trump atas keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS di Yerusalem dari Tel Aviv.
Langkah Trump itu mengubah kebijakan AS selama beberapa dekade.
Tindakan Trump termasuk mencabut dana untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA), yang memberikan bantuan dan layanan bantuan kepada sekitar 5,7 juta pengungsi Palestina yang terdaftar di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan di penjuru Timur Tengah.
“Sebagian besar dana yang dipulihkan akan disalurkan ke UNRWA sementara bantuan ekonomi terpisah akan disalurkan melalui Dana Dukungan Ekonomi untuk program-program di Tepi Barat dan Gaza, dan uang pembangunan melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID),” ungkap sumber Kongres AS.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyambut baik rencana memulai kembali pendanaan UNRWA.
“Ada sejumlah negara yang telah sangat berkurang untuk menghentikan kontribusi ke UNRWA. Kami berharap keputusan Amerika akan mengarahkan orang lain untuk bergabung kembali, sebagai donor UNRWA," ungkap juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Pemangkasan bantuan itu oleh Trump terjadi setelah para pemimpin Palestina memutuskan memboikot upaya perdamaian pemerintahan Trump atas keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan AS di Yerusalem dari Tel Aviv.
Langkah Trump itu mengubah kebijakan AS selama beberapa dekade.
Tindakan Trump termasuk mencabut dana untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA), yang memberikan bantuan dan layanan bantuan kepada sekitar 5,7 juta pengungsi Palestina yang terdaftar di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan di penjuru Timur Tengah.
“Sebagian besar dana yang dipulihkan akan disalurkan ke UNRWA sementara bantuan ekonomi terpisah akan disalurkan melalui Dana Dukungan Ekonomi untuk program-program di Tepi Barat dan Gaza, dan uang pembangunan melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID),” ungkap sumber Kongres AS.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyambut baik rencana memulai kembali pendanaan UNRWA.
“Ada sejumlah negara yang telah sangat berkurang untuk menghentikan kontribusi ke UNRWA. Kami berharap keputusan Amerika akan mengarahkan orang lain untuk bergabung kembali, sebagai donor UNRWA," ungkap juru bicara PBB Stephane Dujarric.
(sya)
Lihat Juga :