Bentrok dengan Pemberontak Naxals, 22 Tentara India Tewas

Selasa, 06 April 2021 - 16:47 WIB
loading...
Bentrok dengan Pemberontak Naxals, 22 Tentara India Tewas
Sedikitnya 22 tentara India tewas setelah terlibat baku tembak selama 4 jam dengan pemberontak Naxals. Foto/CNN
A A A
NEW DELHI - Sedikitnya 22 anggota pasukan keamanan India tewas dan 31 lainnya cedera setelah terlibat baku tembak selama empat jam dengan pemberontak Maois pada Minggu lalu.

Kepala polisi Chhattisgarh DM Awasthi mengatakan pasukan keamanan di negara bagian tengah Chhattisgarh sedang melakukan operasi terhadap kelompok pemberontak sayap kiri, di Divisi Bastar negara bagian itu, ketika salah satu tim diserang oleh para pemberontak.

"Mereka sedang menjalankan misi untuk mendirikan kamp di daerah yang dianggap benteng pemberontak Maois, yang membuat mereka gelisah," kata Menteri Utama Chattisgarh Bhupesh Baghel.

"Pertempuran berikutnya termasuk peluru, granat dan peluncur roket dari kedua sisi," tambahnya seperti dikutip dari CNN, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Prancis Pasok Lagi 3 Jet Tempur Rafale ke India

Operasi pencarian untuk anggota keamanan yang hilang masih berlangsung.

"Kami mendapat informasi bahwa dia masih hidup dan berada di suatu tempat di dalam hutan, operasi penyelamatan kami sedang berlangsung," kata Sundar Raj P, Inspektur Jenderal Polisi di Bastar.

Ia menambahkan bahwa mereka curiga bahwa petugas yang hilang itu diculik ketika mereka tidak dapat menemukan tubuhnya atau tanda-tanda bahwa dia telah meninggal.

Pemerintah India telah terlibat dalam konflik selama puluhan tahun dengan kelompok pemberontak Maois, yang juga dikenal sebagai Naxals, yang melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah dalam upaya untuk menggulingkan pemerintahan negara itu dan mengantarkan masyarakat tanpa kelas. Kelompok pemberontak Maois sebagian besar aktif di India tengah, di wilayah yang sebagian besar dihuni oleh masyarakat suku.

Baca juga: Pejuang Serang Pasukan India di Kashmir, Dua Tentara Tewas
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1856 seconds (11.97#12.26)