Pangeran Hamzah Ogah Patuhi Perintah Militer Yordania untuk Diam

Selasa, 06 April 2021 - 02:02 WIB
loading...
A A A
Namun dia telah mendapatkan simpati warga Yordania yang skeptis terhadap tuduhan pemerintah tentang jaringan luar negerinya.

Menurut Pangeran Hamzah, tuduhan itu adalah kampanye untuk mencemarkan nama baiknya.

"Ini adalah pembunuhan karakter tanpa bukti," tweet Ali R al Tarawneh.

Seorang pendukung yang diidentifikasi hanya dengan nama Razan di Twitter mengatakan, "Tidak ada kebaikan di negara yang memenjarakan pangerannya."

Publik lainnya merasa pangeran didorong hanya oleh balas dendam karena disingkirkan dan ingin memenangkan popularitas dalam pertemuan suku dengan meniru, dalam nada dan bahasa, mendiang ayahnya, yang dihormati banyak rakyat Yordania.

Pangeran Hamzah adalah putra tertua mendiang Raja Hussein dan istrinya Noor, yang telah menjadikannya sebagai calon raja. Dia pernah bertugas di angkatan bersenjata Yordania.

Dia membuat marah istana kerajaan dengan mencoba membuat dirinya disayangi warga suku-suku miskin yang merasakan dampak ekonomi yang memburuk dan ketidakmampuan negara untuk terus menciptakan lapangan pekerjaan di daerah pedesaan dan Badui.

Para pejabat mengatakan antara 14 dan 16 orang telah ditangkap terkait dugaan plot kudeta tersebut.

Kantor berita negara mengatakan mereka yang ditangkap termasuk Bassem Awadallah, orang kepercayaan raja berpendidikan AS yang menjadi menteri keuangan dan penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan anggota keluarga kerajaan Sharif Hassan Ben Zaid.

Sejumlah negara tetangga dan sekutu Yordania telah menyatakan solidaritasnya dengan Raja Abdullah atas tindakan pengamanan di kerajaan tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved