Pangeran Hamzah Ogah Patuhi Perintah Militer Yordania untuk Diam

Selasa, 06 April 2021 - 02:02 WIB
loading...
A A A
Pangeran Hamzah telah diselidiki selama beberapa waktu.

Intrik tersebut kemungkinan akan mengguncang citra Yordania sebagai surga stabilitas di Timur Tengah yang tidak dapat diprediksi.

Tidak jelas mengapa kerajaan Yordania memutuskan menindak Pangeran Hamzah sekarang.

Namun dia menempatkan dirinya pada risiko yang semakin besar dengan meningkatkan kunjungan dalam beberapa pekan terakhir ke pertemuan suku di mana raja dan pemerintahannya dikritik secara lebih terbuka.

Kemarahan publik juga meningkat sejak sembilan pasien COVID-19 meninggal ketika oksigen habis di rumah sakit negara yang baru dibangun.

Insiden itu memperlihatkan kelalaian yang dituduhkan pada salah urus oleh pemerintah dan meluasnya korupsi. Sejumlah unjuk rasa dibubarkan dengan gas air mata.

“Pangeran Hamzah datang ke rumah orang-orang yang meninggal untuk menyampaikan belasungkawa, berharap dapat mengalahkan raja yang sebelumnya pergi ke rumah sakit untuk meredakan amarah publik,” ungkap para pejabat.

“Upaya sedang dilakukan untuk mengatasi situasi itu tetapi Pangeran Hamzah tidak kooperatif,” papar para pejabat.

Ini adalah keretakan terbuka pertama dalam keluarga kerajaan selama bertahun-tahun.

Raja Abdullah mencopot Pangeran Hamzah dari posisinya sebagai pewaris takhta pada 2004.

Dalam video yang diserahkan ke BBC oleh pengacara Pangeran Hamzah pada Sabtu, pangeran menuduh para pemimpin Yordania melakukan korupsi. Dia tampaknya berharap memanfaatkan frustrasi publik yang meningkat terhadap pemerintah.

Pangeran Hamzah tidak dipandang sebagai ancaman bagi monarki, yang mendapat dukungan dari tentara dan dinas keamanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Pentagon: Serangan Rudal...
Pentagon: Serangan Rudal Iran Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Lainnya Hilang
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
AS Bombardir Jembatan...
AS Bombardir Jembatan Bandar-e Khamir Iran, Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang
Daftar Lengkap Juara...
Daftar Lengkap Juara Piala Dunia dari 1930 hingga 2026, Negara Mana yang Terbanyak?
Rekomendasi
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Maudy Ayunda Gandeng...
Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia
Berita Terkini
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved