Alasan Teori Konspirasi Kerap Bayangi Penembakan Massal di AS
Senin, 05 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Namun perdebatan sengit tentang bagaimana mengurangi peristiwa seperti penembakan massal akan kurang efektif jika sebagian besar masyarakat percaya bahwa peristiwa tersebut dibuat-buat.
Beberapa jurnalis dan organisasi berita telah mulai mengambil langkah untuk mengidentifikasi dan memperingatkan audiens terhadap teori konspirasi. Akses terbuka ke sumber berita ternama tentang Covid-19, misalnya, telah membantu mengelola misinformasi konspirasi virus corona.
Evaluasi yang eksplisit dan jelas atas bukti dan sumber, dalam tajuk berita dan teks TV, telah membantu menjaga konsumen berita tetap waspada. Dan pop-up prompt dari Twitter dan Facebook mendorong pengguna untuk membaca artikel sebelum memposting ulang.
Baca: Penembakan Massal Kembali Guncang AS, Biden Dorong Larangan Senjata Serbu
Langkah-langkah ini dapat berhasil, seperti yang ditunjukkan oleh penurunan substansial pada misinformasi di Twitter setelah mantan Presiden Donald Trump dikeluarkan dari platform itu.
"Penembakan massal mungkin menjadi makanan yang baik untuk teori konspirasi, tetapi itu tidak berarti orang harus benar-benar mengonsumsi ide-ide semacam itu tanpa konteks atau penyangkalan yang diperlukan," tukasnya.
Beberapa jurnalis dan organisasi berita telah mulai mengambil langkah untuk mengidentifikasi dan memperingatkan audiens terhadap teori konspirasi. Akses terbuka ke sumber berita ternama tentang Covid-19, misalnya, telah membantu mengelola misinformasi konspirasi virus corona.
Evaluasi yang eksplisit dan jelas atas bukti dan sumber, dalam tajuk berita dan teks TV, telah membantu menjaga konsumen berita tetap waspada. Dan pop-up prompt dari Twitter dan Facebook mendorong pengguna untuk membaca artikel sebelum memposting ulang.
Baca: Penembakan Massal Kembali Guncang AS, Biden Dorong Larangan Senjata Serbu
Langkah-langkah ini dapat berhasil, seperti yang ditunjukkan oleh penurunan substansial pada misinformasi di Twitter setelah mantan Presiden Donald Trump dikeluarkan dari platform itu.
"Penembakan massal mungkin menjadi makanan yang baik untuk teori konspirasi, tetapi itu tidak berarti orang harus benar-benar mengonsumsi ide-ide semacam itu tanpa konteks atau penyangkalan yang diperlukan," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :