Bersitegang dengan Rusia, Biden Tawarkan Dukungan kepada Ukraina

Sabtu, 03 April 2021 - 06:02 WIB
loading...
Bersitegang dengan Rusia,...
Presiden AS Joe Biden tawarkan dukungan yang kuat kepada Ukraina di tengah ketegangan dengan Rusia. Foto/UNIAN
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden , menggunakan panggilan telepon resmi pertamanya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menawarkan dukungan yang kuat dalam kebuntuan negara itu atas penumpukan pasukan Rusia di dekat perbatasannya.

Washington telah menjadi sekutu paling kuat Ukraina sejak aneksasi Crimea oleh Rusia pada tahun 2014

"Presiden Biden menegaskan dukungan tak tergoyahkan Amerika Serikat untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina dalam menghadapi agresi berkelanjutan Rusia di Donbass dan Crimea," bunyi pernyataan yang dikeluarkan AS seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (3/4/2021).

Menurut kepala staf Zelenskiy, pembicaraan via teleponitu berlangsung sekitar 50 menit.

“Kami membahas situasi di Donbass secara detail. Presiden Biden meyakinkan saya bahwa Ukraina tidak akan pernah sendirian melawan agresi Rusia," kata presiden Ukraina itu dalam sebuah pernyataan video setelah itu.

“Kami berdiri bahu membahu dalam hal mempertahankan demokrasi kami,” tulis Zelenskiy di Twitter setelah panggilan telepon tersebut.

Biden, orang penting untuk Ukraina ketika menjadi wakil presiden Barack Obama, juga menekankan dukungan Washington untuk anti-korupsi dan agenda reformasi Zelenskiy.

Biden juga mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Ukraina lagi, seperti yang dia lakukan sebagai wakil presiden, kata kantor Zelenskiy.

Pembicaraan itu terjadi setelah negara-negara Barat dan aliansi militer transatlantik NATO menyuarakan keprihatinan atas pergerakan pasukan Rusia di dekat wilayah Donbass timur di mana pasukan Ukraina berada dalam konflik dengan pasukan yang didukung Rusia.

Baca juga: Penumpukan Pasukan Rusia Dekat Ukraina Bikin NATO Khawatir

Rusia mengatakan minggu ini bahwa eskalasi di Donbass dapat "menghancurkan" Ukraina dan memperingatkan terhadap penempatan pasukan NATO.

Baca juga: Rusia Peringatkan Eskalasi di Ukraina Bisa Berujung Perang Saudara

Ukraina, negara-negara Barat dan NATO menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjata berat untuk menopang proksi di Donbass yang merebut sebagian wilayah timur Ukraina pada tahun 2014. Rusia mengatakan pihaknya hanya memberikan dukungan politik dan kemanusiaan kepada pejuang separatis dalam apa yang dianggapnya sebagai konflik internal.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved