Balas Dendam, Kelompok Antikudeta Buru 170 Kerabat Junta Militer Myanmar

Jum'at, 02 April 2021 - 10:26 WIB
loading...
Balas Dendam, Kelompok...
Para demonstran antikudeta Myanmar berlindung di balik barikade saat bentrok dengan pasukan keamanan junta di Mandalay, Myanmar, 15 Maret 2021. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Kelompok antikudeta militer Myanmar melakukan balas dendam online terhadap junta. Mereka memburu sekitar 170 orang kerabat junta militer yang mereka labeli "pengkhianat" sebagai bentuk "hukuman sosial".

Kelompok itu menggunakan ponsel pintar untuk melakukan doxxing terhadap ratusan orang kerabat junta. Data-data pribadi kerabat militer yang dicap pengkhianat itu dibeberkan dalam sebuah situs web sehingga orang-orang yang marah dengan tindakan militer bisa dengan mudah memburu mereka.

Baca juga: Menelisik Bom Makassar, Terorisme Keluarga dan Warisan ISIS

Negara itu berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu. Jumlah korban tewas akibat kekerasan telah meningkat lebih dari 500 orang saat junta militer berupaya untuk meredam perbedaan pendapat.

Kemarahan dan kesedihan atas tindakan keras militer disalurkan ke dalam kampanye online. Situs dan halaman Facebook terkait kampanye itu memiliki 67.000 pengikut sebelum ditutup. Isinya merinci informasi pribadi orang-orang dari kerabat junta, seperti tempat kerja, universitas, dan tautan ke akun media sosial mereka.

“Kami di sini untuk menghukum keluarga militer atau orang-orang yang mendukung militer. Jangan pernah memaafkan, jangan pernah lupa!," bunyi halaman Facebook tersebut.

Pihak Facebook menutup halaman tersebut karena melanggar standar komunitas, tetapi halaman lain dengan jumlah pengikut yang lebih kecil masih ada.

"Kami akan terus memantau situasi di lapangan di Myanmar," kata seorang juru bicara Facebook.

Menurut laporan media lokal, konsekuensi dari hukuman sosial telah mengakibatkan beberapa korban terpaksa menutup bisnis online mereka dan seorang mahasiswa Myanmar di Jepang berhenti kuliah.

Kampanye ini memiliki cakupan yang lebih luas daripada kampanye yang memiliki hubungan keluarga dengan militer, di mana orang-orang yang tidak berpartisipasi dalam aksi mogok kerja sebagai pembangkangan sipil juga menjadi sasaran. Kalangan jurnalis yang meliput konferensi pers junta militer ikut jadi target.

"Bagi orang Burma [Myanmar] yang tinggal di luar negeri, memberikan 'hukuman sosial' kepada mereka yang memiliki koneksi junta membantu meringankan rasa ketidakberdayaan mereka saat mereka menonton dari jauh," kata Cho Yee Latt, kelahiran Yangon, yang sekarang tinggal di Singapura.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Microdrama AI Second...
Microdrama AI Second Crown Tayang di V+Short, Drama Kerajaan yang Bikin Nagih
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Berita Terkini
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved