Mengenal 5 Wanita Pemimpin Geng Penjahat Tersadis di Dunia
Selasa, 30 Maret 2021 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A

Dia disebut sebagai pembunuh berhati dingin dan penyelundup narkotika yang berbasis di Miami.
Sindikatnya mengimpor kokain senilai satu miliar dolar. Kisahnya dijadikan film biografi saluran televisi kabel berjudul Cocaine Godmother atau Ibu baptis Kokain, yang dibintangi Catherine Zeta-Jones.
Tapi meski sinematik, kehidupan dan kematian Griselda Blanco adalah kisah yang terburuk dari semua mafia wanita, dan itu berlaku untuk sebagian besar pria juga.
Di antara kata-kata yang digunakan untuk mendeskripsikan Blanco selama kepemimpinannya di era "Cowboy Kokain" di Miami yang kecanduan narkoba pada 1970-an dan 1980-an adalah "haus darah".
Seorang ibu dari empat anak itu konon tertawa saat mendengarkan rintihan pria yang dia perintahkan untuk disiksa, sebagai cara untuk mengajar mereka agar tidak menyakiti keluarganya.
Jumlah pembunuhan yang diduga dia arahkan berkisar dari 40 orang hingga 200 orang, membentang dari metropolitan Miami hingga Queens, New York.
Polisi di Miami mengaitkannya dengan pembantaian Dadeland Mall 1979, serangan senapan mesin di pusat perbelanjaan yang menewaskan dua orang, selama perang antara pemasok kokain Kolombia dan distributor Kuba.
4. Sister Ping

Cheng Chiu Ping, atau “Sister Ping,” lebih dari sekadar mendapatkan julukan jahat “Kepala Ular”, julukan China untuk penyelundup manusia.
Sister Ping alias "Kakak Ping" adalah pemimpin kelompok kejahatan bawah tanah di Chinatown New York.
Dia menyelundupkan sekitar 3.000 imigran ilegal dari China ke Amerika Serikat. Dengan biaya USD40.000 per kepala, dia mengumpulkan kekayaan sebesar USD40 juta pada 1980-an dan 1990-an.
Di masa jayanya, dia membiayai perjalanan berbahaya dan tidak manusiawi untuk menyelundupkan para pelanggannya dari Hong Kong ke Guatemala dan New York.
Satu kapal yang dia kelola, Golden Venture, adalah kapal kargo berkarat yang kandas pada 1993 di lepas pantai Queens, New York.
Sepuluh dari 300 penumpang yang kelaparan itu menempuh perjalanan 100 hari dari China, itu tewas setelah melompat dari kapal dan mencoba berenang ke darat.
Lihat Juga :