Afghanistan Ingatkan AS dan NATO Tidak Terburu-buru Dalam Penarikan Pasukan

Minggu, 28 Maret 2021 - 21:00 WIB
loading...
Afghanistan Ingatkan...
Pemerintah Afghanistan memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan NATO untuk secara sembarangan menarik pasukan tanpa kesepakatan damai dengan Taliban. Foto/Ist
A A A
KABUL - Pemerintah Afghanistan memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan NATO untuk secara sembarangan menarik pasukan tanpa kesepakatan damai. Kabul menyebut, hal ini akan menimbulkan kekacauan dan memperburuk situasi di Afghanistan.

Berbicara tidak lama setelah Taliban memperingatkan AS agar tidak memperpanjang kehadiran militer melebihi batas waktu 1 Mei sejalan dengan Perjanjian Doha, penasihat Keamanan Nasional Afghanistan, Hamdullah Muhib mengatakan penarikan pasukan asing secara terburu-buru menimbulkan risiko untuk kembali menarik negara itu ke perang saudara.

"Jika Taliban mengharapkan kekacauan di negara ini, amit-amit, dan untuk merebut kekuasaan, mereka keliru. Tidak ada yang ingin Taliban kembali berkuasa," kata Muhib, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (28/3/2021).

Pernyataannya juga mengikuti laporan New York Times yang menyatakan badan intelijen AS telah mengatakan kepada pemerintahan Joe Biden bahwa Taliban dapat menguasai sebagian besar Afghanistan dalam dua hingga tiga tahun jika pasukan AS pergi sebelum kesepakatan pembagian kekuasaan dicapai antara pihak yang bertikai.

Sebelumnya, Taliban bereaksi keras terhadap pernyataan baru-baru ini oleh Biden, yang mengaku masih mempertibangkan recana untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan

Dalam sebuah pernyataan, Taliban memperingatkan "kematian dan kehancuran" jika terjadi pelanggaran Perjanjian Doha.Baca juga: Biden: Sulit Penuhi Target 1 Mei untuk Tarik Pasukan dari Afghanistan

Taliban, dalam pernyataannya juga mengecam perpanjangan kehadiran militer Jerman di negara yang dilanda perang itu.

Jerman, seperti diketahui setuju untuk memperpanjang misinya di Afghanistan hingga 2022. Di bawah draf yang disetujui oleh Kabinet Kanselir Angela Merkel, pasukan Jerman akan tinggal hingga 31 Januari 2022.

Jerman memiliki kontingen terbesar kedua setelah AS dalam Misi Dukungan Tegas NATO di Afghanistan, dengan lebih dari 1.100 tentara ditempatkan di Afghanistan utara.Baca juga: AS Masih Galau Soal Penarikan Pasukan dari Afghanistan
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved