Ribuan Warga Venezuela Mengungsi ke Kolombia Saat Operasi Militer

Jum'at, 26 Maret 2021 - 05:05 WIB
loading...
Ribuan Warga Venezuela...
Pengungsi dari Venezuela berada di tempat penampungan di Arauquita, Kolombia. Foto/REUTERS
A A A
ARAUQUITA - Ribuan warga Venezuela telah melarikan diri ke Kolombia dari rumah mereka di provinsi perbatasan Apure saat operasi militer di sana.

Pemerintah Kolombia dan beberapa pengungsi mengungkapkan hal itu.

Venezuela mengatakan militernya memerangi kelompok bersenjata Kolombia di daerah pedesaan dan mendapat dukungan dari penduduknya.

Baca juga: Wanita Menyamar sebagai Dokter, Menculik Bayi dari Rumah Sakit di Kairo

“Ketika bom-bom jatuh, saya merasa sangat gugup,” ungkap Niomar Diaz, 26, yang tiba di Kolombia dengan naik kano.

Baca juga: Komentari Xinjiang, Nike Hadapi Badai Kritik di Media Sosial China

“Di satu rumah, seorang kakek meninggal, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun meninggal, seorang gadis berusia 9 tahun dan ibunya meninggal. Situasinya sangat buruk," ujar dia.

Lihat infografis: Topeng Emas Berusia 3.000 Tahun Ditemukan di China

Diaz mengatakan militer Venezuela melakukan kekerasan dan keluarganya serta beberapa tetangganya memilih melarikan diri.

Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi pernyataannya tentang kematian atau dugaan pelecehan itu.

“Lebih dari 3.200 orang dari 780 keluarga mengungsi dalam kelompok yang mulai tiba di kotamadya Kolombia, Arauquita, pada Senin karena operasi militer,” papar badan migrasi Kolombia.

Perbatasan saat ini ditutup karena pandemi COVID-19.

"Orang-orang asing itu berada di delapan tempat penampungan di kotamadya Arauquita dan pemerintah nasional, pemerintah daerah Arauca dan komunitas internasional sedang berupaya memberi mereka bantuan," ungkap badan migrasi itu.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kolombia di Twitter pekan ini menyatakan kekhawatiran atas situasi tersebut.

Mereka mendesak komunitas internasional memberikan bantuan bagi para pengungsi dari Venezuela.

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menolak komentar itu dalam tweetnya sendiri pada Rabu malam.

“Operasi telah dilakukan terhadap kamp-kamp ilegal kelompok bersenjata Kolombia untuk melindungi warga sipil,” ungkap pernyataan yang dibagikan Arreaza.

Menurut dia, dua tentara Venezuela telah tewas dalam operasi itu.

"Setiap upaya melanggar integritas teritorial Venezuela akan mendapat reaksi keras," tegas dia.

“Kolombia akan meningkatkan kehadiran militer dan polisi di daerah tersebut,” ungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Kolombia Diego Molano di Twitter pada Rabu.

Pemerintah Kolombia dengan keras mengkritik apa yang disebut sebagai perlindungan pemerintah Venezuela terhadap pemberontak Kolombia dan geng kejahatan.

Venezuela membantah tuduhan melindungi kelompok-kelompok semacam itu.

Kolombia mengatakan bulan lalu akan memberikan status dilindungi selama 10 tahun kepada sekitar 1,7 juta warga Venezuela.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Jemaah Umrah Perlu Tahu!...
Jemaah Umrah Perlu Tahu! Ini Waktu Masuk Hijr Ismail untuk Perempuan dan Laki-Laki
Rekomendasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved