Terungkap, Gerombolan UFO Ganggu 3 Kapal Perang AS

Kamis, 25 Maret 2021 - 14:35 WIB
loading...
Terungkap, Gerombolan...
USS Kidd, salah satu dari tiga kapal perang Amerika Serikat yang diganggu gerombolan UFO di lepas pantai California pada 2019. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Beberapa Unidentified Flying Object (UFO) atau Obek Terbang Tak Dikenal ternyata pernah berulang kali mengganggu tiga kapal perang Amerika Serikat (AS) di lepas pantai California pada 2019.

Kejadian itu baru terungkap setelah dokumen dari log ketiga kapal perang itu dirilis berdasarkan Freedom of Information Act Amerika. Dokumen informasi itu diperoleh The Drive yang dilansir New York Post, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Blunder, Jet Tempur Siluman F-35 AS Terkena Pelurunya Sendiri

Menurut dokumen tersebut, dari rentetan gangguan sejumlah UFO itu, salah satunya adalah UFO yang menyamai kecepatan dan arah satu kapal perusak selama 90 menit.

Dokumen itu tak merinci detail sejumlah UFO yang mengganggu ketiga kapal perang Amerika. Objek terbang misterius itu hanya diidentifikasi sebagai "Unmanned Aerial Vehicles (UAV)" atau "Kendaraan Udara Tak Berawak". Objek-objek terbang itu berdengung di atas tiga kapal perang Amerika selama beberapa hari.

Menurut dokumen tersebut, sebanyak enam UAV berkerumun di sekitar USS Kidd, USS Rafael Peralta dan USS John Finn selama beberapa hari pada Juli 2019, kadang-kadang melakukan manuver yang berani.

"(USS) Kidd melaporkan overhead UAV," bunyi salah satu entri log kapal dari kejadian 14 Juli 2019.

"Cahaya putih diidentifikasi melayang di atas dek penerbangan kapal," bunyi entri lainnya.

“Dua UAV terlihat dari sayap kanan,” bunyi catatan entri dari USS Rafael Peralta, yang diikuti dengan entri lain enam menit kemudian berbunyi; “Empat UAV terlihat dari kanan jembatan.”

Kapal-kapal Angkatan Laut AS, yang dilengkapi dengan sensor, radar, pencitraan termal, dan sistem elektro-optik, tetap tidak dapat melacak gerombolan UAV saat mereka menghilang.

Pada 15 Juli 2019, kapal-kapal tersebut menghubungi kapal pesiar Carnival Imagination, yang sedang berlayar di dekatnya, untuk memastikan apakah objek-objek terbang misterius itu berasal dari sana.

Awak kapal pesiar mengatakan bahwa gerombolan UAV itu bukan milik mereka, tetapi awak kapal itu mengaku melihat lima atau enam dari mereka terbang di sekitar kapal perusak Angkatan Laut Amerika.

Penampakan itu terjadi saat kapal perang terlibat dalam latihan militer sekitar 100 mil di lepas pantai Los Angeles—jauh di luar jangkauan drone komersial.

Baca juga: OPM Bakal Dinyatakan Teroris, Benny Wenda: Indonesia yang Teroris

Menurut laporan Forbes, insiden tersebut memicu penyelidikan oleh Angkatan Laut, Coast Guard, FBI, dan lembaga lainnya. Namun, semuanya gagal memberikan jawaban.

Rincian insiden misterius itu pertama kali dilaporkan oleh jurnalis dan periset Dave Beaty, yang mengunggahnya di Twitter pada Juni tahun lalu.

Pengungkapan ini hanyalah laporan terbaru tentang objek terbang misterius yang tidak dapat dijelaskan berdengung di sekitar langit Amerika.

Dalam laporan awal bulan ini, seorang mantan pejabat intelijen nasional mengatakan laporan pemerintah yang akan datang akan mengungkapkan bukti yang "sulit dijelaskan" seputar penampakan UFO—termasuk bahwa mereka telah diketahui dapat memecahkan penghalang suara tanpa ledakan sonik.

Bulan lalu, FBI mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan dari seorang pilot American Airlines yang melaporkan "objek silinder panjang" di atas New Mexico pada ketinggian 37.000 kaki.

Pada November 2019, muncul laporan tentang insiden serupa pada 2004 yang melibatkan USS Princeton di lepas pantai California—di mana Angkatan Laut Amerika diduga berusaha menghapus rinciannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Pesawat Militer India...
Pesawat Militer India Jatuh Tewaskan 5 Prajurit AU, Kopilot Selamat
Rekomendasi
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved