Bocah Myanmar Tewas Ditembak Polisi Saat Lari ke Pelukan Ayahnya
Rabu, 24 Maret 2021 - 23:28 WIB
loading...
A
A
A
Secara total, militer mengatakan 164 orang telah tewas dalam protes, sementara kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP) menyebutkan korban tewas sedikitnya 261.
Baca juga: Analis: Myanmar Ambil Pelajaran yang Salah dari Transisi Politik Indonesia
Sementara itu pada hari Rabu, pihak berwenang membebaskan sekitar 600 tahanan yang ditahan di penjara Insein di Yangon (Rangoon), kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa.
Jurnalis Associated Press, Thein Zaw, termasuk di antara mereka yang dibebaskan. Dia dan jurnalis lainnya telah ditahan saat meliput aksi protes bulan lalu.
AAPP mengatakan setidaknya 2.000 orang telah ditangkap dalam tindakan keras sejauh ini.
Para pengunjuk rasa telah merencanakan pemogokan diam-diam dengan banyak bisnis ditutup dan orang-orang tinggal di rumah. Ada juga rencana untuk lebih banyak menyalakan lilin dalam semalam, baik di Yangon maupun di tempat lain.
Pada Selasa kemarin, junta Myanmar menyatakan kesedihan atas kematian para pengunjuk rasa, sambil menyalahkan mereka karena membawa anarki dan kekerasan ke negara itu.
Baca juga: Tentara Thailand Bantah Suplai Beras untuk Junta Myanmar
Tetapi pasukan keamanan telah menggunakan peluru tajam untuk melawan pengunjuk rasa, dan ada banyak laporan saksi mata tentang orang-orang yang dipukuli dan kadang-kadang ditembak ketika militer melakukan penggerebekan di rumah-rumah penduduk untuk menangkap aktivis dan pengunjuk rasa.
Baca juga: Analis: Myanmar Ambil Pelajaran yang Salah dari Transisi Politik Indonesia
Sementara itu pada hari Rabu, pihak berwenang membebaskan sekitar 600 tahanan yang ditahan di penjara Insein di Yangon (Rangoon), kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa.
Jurnalis Associated Press, Thein Zaw, termasuk di antara mereka yang dibebaskan. Dia dan jurnalis lainnya telah ditahan saat meliput aksi protes bulan lalu.
AAPP mengatakan setidaknya 2.000 orang telah ditangkap dalam tindakan keras sejauh ini.
Para pengunjuk rasa telah merencanakan pemogokan diam-diam dengan banyak bisnis ditutup dan orang-orang tinggal di rumah. Ada juga rencana untuk lebih banyak menyalakan lilin dalam semalam, baik di Yangon maupun di tempat lain.
Pada Selasa kemarin, junta Myanmar menyatakan kesedihan atas kematian para pengunjuk rasa, sambil menyalahkan mereka karena membawa anarki dan kekerasan ke negara itu.
Baca juga: Tentara Thailand Bantah Suplai Beras untuk Junta Myanmar
Tetapi pasukan keamanan telah menggunakan peluru tajam untuk melawan pengunjuk rasa, dan ada banyak laporan saksi mata tentang orang-orang yang dipukuli dan kadang-kadang ditembak ketika militer melakukan penggerebekan di rumah-rumah penduduk untuk menangkap aktivis dan pengunjuk rasa.
(ian)
Lihat Juga :