Bocah Myanmar Tewas Ditembak Polisi Saat Lari ke Pelukan Ayahnya

Rabu, 24 Maret 2021 - 23:28 WIB
loading...
Bocah Myanmar Tewas...
Khin Myo Chit tewas ditembak polisi Myanmar saat lari ke pelukan ayahnya. Foto/BBC
A A A
YANGON - Militer Myanmar telah meningkatkan penggunaan kekuatannya karena aksi protes terus berlanjut. Aksi brutal pihak keamanan Myanmar pun semakin menjadi-jadi dan tidak pandang bulu terhadap korbannya. Terbaru, seorang bocah dilaporkan tewas dipelukan ayahnya setelah ditembak pihak keamanan.

Khin Myo Chit, seorang gadis berusia tujuh tahun, ditembak mati di Myanmar. Ia menjadi korban termuda dalam tindakan kekerasan pihak keamanan Myanmar menyusul kudeta militer bulan lalu.

Keluarga Khin Myo Chit mengatakan kepada BBC bahwa dia dibunuh oleh polisi saat dia berlari menuju ayahnya, saat rumah mereka di kota Mandalay digerebek.

Kakak perempuan Khin Myo Chit mengatakan kepada BBC bahwa polisi telah menggeledah semua rumah di lingkungan mereka di Mandalay pada Selasa sore, ketika mereka akhirnya memasuki rumahnya untuk mencari senjata dan melakukan penangkapan.

Baca juga: Uni Eropa Terapkan Sanksi pada Militer Myanmar, Target Para Jenderal

"Mereka menendang pintu untuk membukanya," kata May Thu Sumaya (25) kepada kantor berita yang berbasis di Inggris.

"Ketika pintunya terbuka, mereka bertanya kepada ayah saya apakah ada orang lain di rumah itu," sambungnya seperti dikutip pada Rabu (24/3/2021).

Ketika dia mengatakan tidak ada, mereka menuduhnya berbohong dan mulai menggeledah rumah. Saat itulah Khin Myo Chit berlari ke arah ayah mereka untuk duduk di pangkuannya.

"Kemudian mereka menembak dan memukulnya," kata May Thu Sumaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Berita Terkini
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved