Mengerikannya Tragedi Pompeii, Penduduk Tewas Hanya dalam 15 Menit
Rabu, 24 Maret 2021 - 06:38 WIB
loading...
Seluruh penduduk kota Pompeii tewas hanya dalam waktu 15 menit akibat longsoran abu dan gas piroklastik. Foto/Russia Today
A
A
A
ROMA - Penelitian terhadap tragedi Pompeii yang terjadi pada 2.000 tahun silam menemukan fakta baru yang menjadi penyebab tewasnya ribuan penduduk kota Romawi kuno itu. Ternyata bukan lahar yang menjadi penyebabnya, tetapi longsoran abu dan gas piroklastik yang menghabiskan kotaserta penduduknya hanya dalam waktu 15 menit.
Menurut para peneliti dari Departemen Ilmu Bumi dan Geo-lingkungan dari Universitas Bari, sekitar 2.000 orang tewas di kota dan permukiman sekitarnya ketika Gunung Vesuvius meletus pada 79 M. Namun mereka tewas bukan karena dibanjiri oleh lahar tetapi mati lemas oleh kecepatan yang fenomenal awan gas beracun dan abu, hingga 724kmph.
Bersama dengan rekan-rekan dari Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi (INGV) dan Survei Geologi Inggris di Edinburgh, para peneliti berusaha untuk membuat model aliran piroklastik yang sangat merusak, yang terbuat dari potongan lava yang dipadatkan, abu vulkanik, dan gas beracun yang panas.
Baca juga: Terkubur 2.000 Tahun, Arkeolog Temukan Kereta Kuda di Pompeii
"Suhu alirannya lebih dari 100 derajat dan terdiri dari CO2, klorida, partikel abu pijar dan kaca vulkanik,” menurut Roberto Isaia, peneliti senior di Vesuvius Observatory di INGV seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (24/3/2021).
Menurut para peneliti dari Departemen Ilmu Bumi dan Geo-lingkungan dari Universitas Bari, sekitar 2.000 orang tewas di kota dan permukiman sekitarnya ketika Gunung Vesuvius meletus pada 79 M. Namun mereka tewas bukan karena dibanjiri oleh lahar tetapi mati lemas oleh kecepatan yang fenomenal awan gas beracun dan abu, hingga 724kmph.
Bersama dengan rekan-rekan dari Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi (INGV) dan Survei Geologi Inggris di Edinburgh, para peneliti berusaha untuk membuat model aliran piroklastik yang sangat merusak, yang terbuat dari potongan lava yang dipadatkan, abu vulkanik, dan gas beracun yang panas.
Baca juga: Terkubur 2.000 Tahun, Arkeolog Temukan Kereta Kuda di Pompeii
"Suhu alirannya lebih dari 100 derajat dan terdiri dari CO2, klorida, partikel abu pijar dan kaca vulkanik,” menurut Roberto Isaia, peneliti senior di Vesuvius Observatory di INGV seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (24/3/2021).
Lihat Juga :