Disebut Pembunuh, Putin Malah Doakan Biden Sehat Selalu

Kamis, 18 Maret 2021 - 23:31 WIB
loading...
Disebut Pembunuh, Putin...
Presiden Rusia Vladimir Putin mendoakan Presiden AS Joe Biden semoga sehat selalu. Foto/Kolase/Sindonews
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menyebutnya pembunuh. Menurutnya ia dan Biden saling mengenal satu sama lain. Putin menambahkan, ia berharap orang nomor satu di AS itu sehat selalu.

Pernyataan itu dikeluarkan Putin setelah Biden, dalam sebuah wawancara ABC News, mengatakan "Saya yakin" ketika ditanya apakah dia yakin presiden Rusia adalah seorang pembunuh.

Biden juga menggambarkan Putin tidak memiliki jiwa, dan mengatakan dia akan membayar harga atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS pada November 2020 lalu, sesuatu yang dibantah dengan tegas oleh Kremlin.

Baca juga: Biden: Putin Bakal Membayar Harga atas Dugaan Intervensi Pilpres AS

“Saya ingat di masa kecil saya, ketika kami berdebat di halaman, kami biasa berkata: dibutuhkan seseorang untuk mengetahui yang lain. Dan itu bukan kebetulan, bukan hanya ucapan atau lelucon anak-anak,” kata Putin.

“Kami selalu melihat sifat kami sendiri pada orang lain dan berpikir bahwa sifat kami seperti apa adanya. Dan sebagai hasilnya kami menilai aktivitas (seseorang) dan memberi penilaian,” imbuhnya.

“Seperti yang dia (Biden) katakan, kami mengenal satu sama lain secara pribadi. Apa yang akan saya balas padanya? Saya akan berkata: Saya berharap Anda sehat. Saya berharap Anda sehat. Saya mengatakan itu tanpa ironi atau lelucon,” tambah Putin seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (18/3/2021).

Dalam langkah yang sangat tidak biasa setelah wawancara Biden, Rusia mengatakan akan memanggil duta besarnya untuk AS guna konsultasi mendesak mengenai masa depan hubungan AS-Rusia.

Baca juga: AS Tuding Putin Dalangi Kampanye Pro Trump

Sesaat sebelum Putin berbicara, juru bicara Kremlin mengatakan pernyataan Biden menunjukkan dia tidak tertarik untuk memperbaiki hubungan dengan Moskow.

“Ini adalah pernyataan yang sangat buruk dari presiden AS. Dia jelas menunjukkan bahwa dia tidak ingin memperbaiki hubungan dengan negara kita,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

"Kami sekarang akan melanjutkan dari (pernyataan) itu," imbuhnya.

"Tentu saja, ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah," kata Peskov kepada wartawan, menggambarkan keadaan hubungan bilateral keduanya sebagai hubungan yang "sangat buruk".

Baca juga: Inggris Tambah Bom Nuklir, Rusia: Pukulan Telak bagi Pengendalian Senjata!

Wakil Ketua Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Konstantin Kosachyov, mengatakan komentar Biden tidak dapat diterima, pasti akan mengobarkan hubungan buruk, dan mengakhiri harapan di Moskow akan perubahan kebijakan AS di bawah pemerintahan yang baru.

Dia mengatakan penarikan kembali duta besar Moskow adalah satu-satunya langkah yang masuk akal untuk diambil dalam situasi tersebut.

"Saya menduga ini bukan yang terakhir jika tidak ada penjelasan atau permintaan maaf dari pihak Amerika," kata Kosachyov dalam sebuah postingan di Facebook.

“Penilaian semacam ini tidak diperbolehkan dari mulut seorang negarawan dengan pangkat seperti itu. Pernyataan semacam ini tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun,” tambahnya, menyebutnya sebagai momen penting dalam hubungan AS-Rusia.

Baca juga: Bos NATO Tiba-tiba Ubah Sikap, Bilang Rusia dan China Bukan Ancaman

Hubungan Rusia dengan Barat, yang sudah berada di posisi terendah pasca-Perang Dingin sejak 2014, telah mendapat tekanan baru dalam beberapa bulan terakhir karena Rusia memenjarakan kritikus Kremlin Alexei Navalny yang kebebasannya dituntut oleh Barat.

Rusia telah menolak dan menilai hal itu sebagai campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan dalam negerinya.

AS sendiri mengatakan sedang mempersiapkan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan peretasan dan dugaan campur tangan dalam pemilu 2020.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved