Badan Intelijen Australia Tak Lagi Gunakan Istilah 'Teroris Islam'

Rabu, 17 Maret 2021 - 22:31 WIB
loading...
Badan Intelijen Australia...
Anggota pasukan antiteror Australia saat merespons serangan teror di Sydney. Foto/REUTERS/David Gray
A A A
CANBERRA - Badan mata-mata Australia mulai sekarang tidak akan menggunakan istilah "teroris Islam" atau pun "ekstremis Islam" untuk menyebut pelaku serangan yang mengatasnamakan agama tersebut. Sebagai gantinya, mereka akan menggunakan istilah penyerang bermotivasi religius.

"Kami tidak menyelidiki orang karena pandangan agama mereka—kekerasanlah yang relevan dengan kekuatan kami—tetapi itu tidak selalu jelas ketika kami menggunakan istilah 'ekstremisme Islam'," kata Direktur Jenderal Badan Intelijen Keamanan Australia (ASIO) Mike Burgess.

Baca juga: Segini Harga TF-X Turki, Jet Tempur Pertama Umat Islam

ASIO menyadari penggunaan istilah "teroris Islam" atau pun "ekstremis Islam" telah merusak citra agama Islam.

"Dapat dimaklumi, beberapa kelompok Muslim—dan lainnya—melihat istilah ini sebagai [tindakan] merusak dan misrepresentatif Islam, dan menganggap bahwa hal itu menstigmatisasi mereka dengan mendorong stereotip dan memicu perpecahan. Bahasa kita perlu berevolusi agar sesuai dengan lingkungan ancaman yang terus berkembang," ujar Burgess, seperti dikutip Russia Today, Rabu (17/3/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Tegas, Trump Larang...
Tegas, Trump Larang Netanyahu Balas Serangan Iran: Dia Harus Nurut!
Rekomendasi
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
3 Badan Intelijen Israel...
3 Badan Intelijen Israel dan Fungsinya: Aman, Shin Bet, Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved