Australia-Singapura Dilaporkan Bahas Perjanjian Perjalanan Tanpa Karantina

Minggu, 14 Maret 2021 - 21:02 WIB
loading...
Australia-Singapura...
Australia dan Singapura dilaporkan sedang dalam pembicaraan tentang kemungkinan gelembung perjalanan. Foto/REUTERS
A A A
SINGAPURA - Australia dan Singapura dilaporkan sedang dalam pembicaraan tentang kemungkinan gelembung perjalanan. Ini akan memungkinkan warga kedua negara untuk melakukan perjalanan antara kedua negara tanpa harus melakukan karantina.

Kementerian Luar Negeri Singapura mengatakan, kedua negara juga sedang dalam diskusi tentang pengakuan bersama atas sertifikat vaksinasi dan melanjutkan perjalanan dengan prioritas bagi pelajar dan pelancong bisnis.

"Australia adalah mitra utama Singapura di kawasan ini. Kami sedang berdiskusi tentang bagaimana bekerja sama dalam membuka ekonomi kita dengan aman, dengan mempertimbangkan situasi Covid-19 di kedua negara," katanya.

"Kedua negara telah mampu mengendalikan pandemi Covid-19," sambung Kementerian Luar Negeri Singapura, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (14/3/2021).Baca juga: Gebrakan Menko Airlangga: Bikin 3 Jembatan Pacu Investasi Singapura ke RI!

Singapura telah membuka perbatasannya ke beberapa negara yang telah mengendalikan virus, termasuk Australia dan para pejabat mengatakan negara itu ingin membangun koridor perjalanan timbal balik.

"Jika hanya orang lain yang mulai melakukannya, maka kita akan memiliki gelembung, Anda memiliki timbal balik, Anda dapat mulai bepergian. Dan, saya berharap suatu saat tahun ini kita dapat melakukannya," kata Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung.

Australia sendiri sejauh ini sudah memiliki "gelembung perjalanan" satu arah dengan Selandia Baru. Namun, saat ini kerjasama itu ditangguhkan, karena munculnya infeksi baru di Selandia Baru.Baca juga: Soal Pembukaan Kembali Perbatasan, Ini Kata PM Singapura
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs China: 38 Tahun Tanpa Kemenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved