Biden Targetkan 4 Juli sebagai Hari Kemerdekaan dari Covid-19

Jum'at, 12 Maret 2021 - 18:45 WIB
loading...
Biden Targetkan 4 Juli...
Presiden AS Joe Biden. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berharap warga Amerika dapat "menandai kemerdekaan" dari Covid-19 pada 4 Juli jika orang-orang telah divaksinasi.

Dalam pidato pertamanya sebagai presiden, Biden akan memerintahkan seluruh negara bagian membuat semua orang dewasa yang memenuhi syarat untuk divaksinasi paling lambat 1 Mei.

Vaksinasi saat ini memprioritaskan orang berdasarkan usia atau kondisi kesehatan.

Baca juga: Khawatir Pembekuan Darah, Thailand Tunda Peluncuran Vaksin AstraZeneca

Biden berbicara tepat setahun setelah wabah diklasifikasikan sebagai pandemi global.

Baca juga: Pria Yahudi Garis Keras Usir Wanita di Pesawat, EasyJet Bayar Ganti Rugi

Setengah juta orang Amerika telah meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah itu lebih dari jumlah korban tewas akibat Perang Dunia Pertama, Perang Dunia Kedua, dan Perang Vietnam digabungkan.

Lihat infografis: Peringatkan Invasi China Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan

Sekolah-sekolah ditutup, bisnis ditutup, dan orang-orang menjaga jarak untuk mencegah pandemi Covid-19.



Tahun lalu, banyak warga AS terpaksa meniadakan parade, pertunjukan kembang api, dan pesta yang biasa diadakan pada hari libur nasional pada 4 Juli, yang menandai kemerdekaan AS dari Inggris.

Dalam sambutannya, Presiden Biden mengatakan, pihaknya tidak merancang acara besar bisa terus berjalan, namun dia berharap beberapa kelompok kecil bisa bertemu kembali.

"Jika kita melakukan ini bersama-sama, pada 4 Juli, ada peluang bagus Anda, keluarga, dan teman-teman Anda bisa berkumpul di halaman belakang rumah atau di lingkungan Anda dan mengadakan acara masak-memasak atau barbekyu dan merayakan Hari Kemerdekaan," tutur Biden.

"Setelah satu tahun yang panjang dan berat, itu akan membuat Hari Kemerdekaan kali ini benar-benar istimewa, di mana kita tidak hanya menandai kemerdekaan kita sebagai satu bangsa tetapi kita mulai menandai kemerdekaan kita dari virus ini," ungkap dia.

AS sejauh ini memiliki jumlah kematian tertinggi di dunia akibat virus tersebut, tetapi tingkat kematian dan infeksi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya program vaksin.

Sistem kesehatan negara itu rumit dan masing-masing negara bagian bertanggung jawab atas kebijakan kesehatan masyarakat.

Sementara pemerintah federal bertanggung jawab mendistribusikan vaksin ke berbagai negara bagian, sebagian besar bergantung pada negara bagian itu untuk menangani distribusi.

Tetapi sebagai bagian dari rencana memperluas vaksinasi, Presiden Biden mengatakan jumlah tempat di mana orang dapat diimunisasi akan ditingkatkan, termasuk dokter hewan dan dokter gigi yang juga diizinkan untuk memvaksinasi orang.

“Unit bergerak akan melakukan perjalanan ke komunitas lokal untuk memberikan vaksinasi di komunitas yang kurang terlayani,” ujar dia.

Biden sebelumnya menetapkan target 100 juta vaksinasi pada hari ke-100 pemerintahannya. Namun dalam pidatonya, Kamis, target tersebut akan tercapai pada hari ke-60, yakni 20 Maret.

Dia berbicara tak lama setelah menandatangani rancangan undang-undang (RUU) bantuan ekonomi senilai USD1,9 triliun, yang menandai kemenangan legislatif awal untuk pemerintahannya.

Ini termasuk bantuan tunai langsung USD1.400 kepada sebagian besar warga AS, bersama tindakan lain untuk membantu orang keluar dari kemiskinan dan memberikan dana tambahan kepada pemerintah lokal dan negara bagian.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Trump Ulang Tahun Ke-80,...
Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih
Rekomendasi
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Berita Terkini
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Infografis
Trump Kecam Pengampunan...
Trump Kecam Pengampunan untuk Hunter Biden sebagai Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved