Konstruksi Lapangan Udara Misterius Muncul di Pulau Yaman
Kamis, 11 Maret 2021 - 14:42 WIB
loading...
Foto satelit Pulau Perim Yaman pada 9 Maret 2021, menunjukkan konstruksi baru di landasan yang lebih kecil di barat laut proyek lama. Foto/Sputnik
A
A
A
SANAA - Foto-foto satelit memperlihatkan pembangunan lapangan terbang di sebuah pulau di mulut Laut Merah. Sementara tidak diketahui siapa yang memilikinya, pulau itu diketahui pernah berada di bawah kendali Uni Emirat Arab (UEA). Negara Teluk itu baru-baru ini menutup pangkalannya di seberang jalur air.
Mengutip foto yang diambil oleh satelit pencitraan Bumi Planet Labs, Drive's the War Zone melaporkan pada hari Selasa lalu bahwa landasan pacu sepanjang sekitar 6.150 kaki sedang dibangun di Perim, juga dikenal sebagai Mayyun, sebuah pulau yang melintasi Bab al-Mandab, selat sempit yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan Samudra Hindia di sekitarnya.
Menurut analisis outlet tersebut, konstruksi dimulai di landasan udara sekitar bulan lalu. Landasan udara yang akan segera dibangun ini memiliki lebar sekitar 165 kaki dan panjang 6.150 kaki, cukup besar untuk menampung pesawat angkut kargo berat yang akan digunakan untuk mengangkut peralatan perang seperti kendaraan lapis baja, truk, dan amunisi.
Meski begitu, mereka mencatat bahwa di masa lalu UEA memiliki proyek membangun landasan pacu 10.000 kaki yang lebih panjang pada tahun 2016, yang sisa-sisanya masih dapat dilihat di foto satelit tersebut. Tidak jelas mengapa pembangunan terbaru itu tidak mengikuti jalur yang sama.
Mengutip foto yang diambil oleh satelit pencitraan Bumi Planet Labs, Drive's the War Zone melaporkan pada hari Selasa lalu bahwa landasan pacu sepanjang sekitar 6.150 kaki sedang dibangun di Perim, juga dikenal sebagai Mayyun, sebuah pulau yang melintasi Bab al-Mandab, selat sempit yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan Samudra Hindia di sekitarnya.
Menurut analisis outlet tersebut, konstruksi dimulai di landasan udara sekitar bulan lalu. Landasan udara yang akan segera dibangun ini memiliki lebar sekitar 165 kaki dan panjang 6.150 kaki, cukup besar untuk menampung pesawat angkut kargo berat yang akan digunakan untuk mengangkut peralatan perang seperti kendaraan lapis baja, truk, dan amunisi.
Meski begitu, mereka mencatat bahwa di masa lalu UEA memiliki proyek membangun landasan pacu 10.000 kaki yang lebih panjang pada tahun 2016, yang sisa-sisanya masih dapat dilihat di foto satelit tersebut. Tidak jelas mengapa pembangunan terbaru itu tidak mengikuti jalur yang sama.
Lihat Juga :