PBB Sambut Hari Perempuan: 73% Pengungsi Yaman adalah Wanita dan Anak

Rabu, 10 Maret 2021 - 01:01 WIB
loading...
PBB Sambut Hari Perempuan:...
Wanita dan anaknya duduk di luar tenda pengungsian di dekat Sanaa, Yaman, 15 Agustus 2016. Foto/REUTERS
A A A
SANAA - Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) di Yaman mengatakan sebanyak 73% dari pengungsi di Yaman adalah wanita dan anak-anak.

UNOCHA membuat pernyataan itu di Twitter untuk memperingati Hari Perempuan Internasional.

"Konflik yang berkepanjangan membuat 4 juta orang mengungsi," tweet UNOCHA.

Baca juga: Video Ungkap Drone 'Samad' Buatan Iran Diluncurkan Houthi ke Arab Saudi

"73% dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Namun, wanita menunjukkan ketahanan yang luar biasa, semakin menjadi penyedia bagi keluarga mereka," papar UNOCHA.

Lihat infografis: Pesawat Jet Tempur Rafale Prancis Menjadi Incaran RI

Badan PBB itu menyerukan orang-orang untuk membela hak-hak perempuan dan berjuang untuk masa depan yang setara.

Lihat infografis: Gertak Iran, B-52 AS dan F-15 Israel Berkeliaran di Teluk Persia

Yaman telah terlibat dalam perang selama tujuh tahun antara pemberontak Houthi dan pasukan pro-pemerintah yang didukung pasukan dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang di dalamnya mencakup Uni Emirat Arab.

Perang telah membuat jutaan orang mengungsi dan membawa negara itu ke ambang kelaparan dalam apa yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Belum ada titik terang apakah perang Yaman akan segera berakhir. Pasukan koalisi Arab terus menyerang Houthi.

Kelompok Houthi juga meningkatkan serangan ke Arab Saudi menggunakan drone, roket dan rudal.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
341 Predator Anak Ditangkap...
341 Predator Anak Ditangkap di California
Bocah Iran Kembali ke...
Bocah Iran Kembali ke Sekolah Usai 42 Hari Hilang Kontak karena Perang, Disambut Pelukan Haru Teman-temannya
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
Keistimewaan dan Amalan...
Keistimewaan dan Amalan 10 Hari Pertama Bulan Ramadan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved