Cari Demonstran, Pasukan Junta Myanmar Geledah Kamar Demi Kamar
Selasa, 09 Maret 2021 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Pagi ini para penjual makan di jalan-jalan beroperasi secara cepat. ”Kami harus menyelesaikan penjualan barang-barang kami sebelum pukul 09.00 pagi—akan ada tindakan keras lagi di jalan-jalan,” kata seorang pedagang.
Sejak kudeta, lebih dari 60 orang telah terbunuh ketika pasukan keamanan membubarkan demonstrasi anti-kudeta. Data korban tewas ini berasal dari kelompok pemantau Assistance Association for Political Prisoners.
Langkah untuk menutup jalan-jalan di San Chaung mendorong beberapa kedutaan besar di Yangon—termasuk kedutaan Amerika Serikat dan Inggris—untuk mendesak pasukan keamanan membebaskan para demonstran.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan “pengekangan maksimum”, mendesak pembebasan yang aman bagi semuanya tanpa kekerasan atau penangkapan.
Penggerebekan pada Senin malam di San Chaung terjadi setelah tiga pengunjuk rasa ditembak mati pada saat demo ketika banyak toko, pabrik dan bank tutup sebagai bagian dari aksi mogok kerja untuk memprotes kudeta.
Militer membantah bertanggung jawab atas hilangnya nyawa dalam protes dan membela perebutan kekuasaan dengan menuduh ada kecurangan pemilu yang meluas dalam pemilu November lalu.
Sejak kudeta, lebih dari 60 orang telah terbunuh ketika pasukan keamanan membubarkan demonstrasi anti-kudeta. Data korban tewas ini berasal dari kelompok pemantau Assistance Association for Political Prisoners.
Langkah untuk menutup jalan-jalan di San Chaung mendorong beberapa kedutaan besar di Yangon—termasuk kedutaan Amerika Serikat dan Inggris—untuk mendesak pasukan keamanan membebaskan para demonstran.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan “pengekangan maksimum”, mendesak pembebasan yang aman bagi semuanya tanpa kekerasan atau penangkapan.
Penggerebekan pada Senin malam di San Chaung terjadi setelah tiga pengunjuk rasa ditembak mati pada saat demo ketika banyak toko, pabrik dan bank tutup sebagai bagian dari aksi mogok kerja untuk memprotes kudeta.
Militer membantah bertanggung jawab atas hilangnya nyawa dalam protes dan membela perebutan kekuasaan dengan menuduh ada kecurangan pemilu yang meluas dalam pemilu November lalu.
(min)
Lihat Juga :