Siswi Prancis Bohong tentang Guru yang Dipenggal karena Kartun Nabi Muhammad

Selasa, 09 Maret 2021 - 13:35 WIB
loading...
Siswi Prancis Bohong...
Para warga Prancis membawa poster bergambar Samuel Paty, guru sekolah yang dipenggal pengungsi Chechnya karena mempertontonkan kartun Nabi Muhammad kepada para siswa di kelas. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Seorang siswi pemicu kampanye kebencian online terhadap guru Prancis setelah guru itu menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada para siswa mengaku berbohong dan menyebarkan klaim palsu tentang korban.

Siswi itu mengeklaim gurunya, Samuel Paty, yang dipenggal oleh seorang ekstremis di jalan pada Oktober tahun lalu, telah meminta para murid yang beragama Islam untuk meninggalkan kelas ketika dia menunjukkan kartun tersebut.

Baca juga: Sanksi AS Tak Mempan, Iran Leluasa Jual Minyak ke China Secara Fantastis

Ayah siswi yang tak disebutkan namanya itu kemudian mengajukan pengaduan hukum dan memperkuat tuduhan tersebut secara online. Kampanye kebencian online itulah yang mengarahkan seorang pengungsi Chechnya yang berusia 18 tahun melacak Paty di kota Conflans-Sainte-Honourine, barat laut Paris, dan kemudian memenggalnya.

"Dia berbohong karena merasa terjebak dalam spiral karena teman-teman sekelasnya memintanya menjadi juru bicara,” kata pengacara siswi itu, Mbeko Tabula, kepada AFP yang dilansir Selasa (9/3/2021). Pernyataan pengacara itu sekaligus membenarkan laporan serupa sebelumnya oleh surat kabar Parisien.

Paty menunjukkan kartun tersebut—yang pertama kali diterbitkan di majalah Charlie Hebdo dan dianggap ofensif oleh banyak Muslim—selama mengajar tentang kewarganegaraan di mana para siswa memperdebatkan kebebasan berbicara dan penistaan agama.

Anak sekolah, yang sudah diancam akan dikeluarkan karena masalah disiplin, tidak ada di dalam kelas ketika Paty mengajar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Hubungan yang Unik,...
Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha
Rekomendasi
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Berita Terkini
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved