Sebut Nasi Tak Boleh Dimakan dengan Tangan, Eks Kepala Pelayan Kerajaan Inggris Dihujat

Senin, 08 Maret 2021 - 15:04 WIB
loading...
Sebut Nasi Tak Boleh...
Grant Harrold, mantan kepala pelayan Kerajaan Inggris, dan postingan fotonya tentang nasi yang tak boleh dimakan dengan tangan. Foto/Twitter/TheRoyalButler
A A A
JAKARTA - Mantan kepala pelayan keluarga Kerajaan Inggris telah dihujat secara online karena menyarankan bahwa seseorang tidak boleh makan nasi dengan tangan atau jari.

Grant Harrold, yang pernah melayani Pangeran Charles dan putra-putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, mendapat kecaman karena posting-an Twitter yang dia buat pada hari Sabtu pekan lalu. Dalam tweet-nya, dia menyarankan orang untuk selalu menggunakan peralatan di meja makan.

Baca juga: Paus Fransiskus Dengarkan Lantunan Al-Qur'an di Tempat Lahir Nabi Ibrahim

“Hadirin sekalian, ingatlah kita selalu menggunakan pisau dan garpu atau sumpit untuk makan nasi!,” tulis dia via akun Twitter @TheRoyalButler.

"Kami tidak menggunakan tangan atau jari kami," lanjut Harrold, yang menyertakan emoji yang mengekspresikan kaget dalam tweet-nya.

Posting-an tersebut juga dilengkapi dengan foto seseorang yang menggunakan pisau dan garpu untuk mengikis butiran nasi terakhir di atas piring.

Banyak pengguna media sosial langsung menghujat saran Harrold karena mengesampingkan budaya makan Asia Selatan dan Tenggara yang biasanya menggunakan tangan untuk makan nasi.

“Kalau makan nasi Padang pakai pisau dan garpu kan ketinggalan asyiknya bro. Saya kasihan padamu,” tulis pengguna akun @ladydevimon_.

Baca juga: Pendeta Rusia Melarikan Diri ke Belanda karena Jadi Gay dan Ateis

Yang lainnya juga tidak menerima nada merendahkan dari posting-an mantan kepala pelayan Kerajaan Inggris itu dan menepis saran Harrold.

“Terima kasih banyak tapi kami lebih suka tangan dan jari kami untuk makan dan kami tidak menyesalinya,” tulis pengguna akun @sonalika_kumar.

“Kami tidak membutuhkan lagi apa yang disebut penjajah yang beradab, kami adalah peradaban yang lebih tua dari Anda,” lanjut dia.

Beberapa pengguna menanggapi dengan mengolok-olok kebiasaan Barat, seperti lebih menyukai tisu toilet daripada bidet dan memakai sepatu di dalam ruangan.

“Katakanlah orang-orang yang tidak mencuci pantatnya dengan air dan masuk ke rumah dengan memakai sepatu,” tulis pengguna akun @arifeddy12.

“Basuh pantatmu dengan air dulu, baru kita bisa bicara,” imbuh pengguna @HanaChan3000, yang dikutip Senin (8/3/2021).

Harrold belum menanggapi kritik pedas tersebut, tetapi telah me-retweet postingan aslinya ke profil Twitter-nya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved