Pangkalan Militer Equatorial Guinea Diguncang 4 Ledakan, 15 Tewas, 500 Luka

loading...
Pangkalan Militer Equatorial Guinea Diguncang 4 Ledakan, 15 Tewas, 500 Luka
Pangkalan militer di Bata, Equatorial Guinea, diguncang empat ledakan besar, Minggu (7/3/2021) malam. Foto/TV GE via REUTERS
BATA - Pangkalan militer di Bata, Equatorial Guinea, diguncang empat ledakan besar pada Minggu malam. Informasi sementara menyebutkan 15 orang tewas dan sekitar 500 orang lainnya terluka.

Beberapa video yang diambil dari lokasi kejadian menunjukkan kehancuran pangkalan militer dan banyak warga sipil berlarian menyelamatkan diri.

Baca juga: Israel Siap Serang Iran Sendirian, Sedang Update Rencana Serangan

Media lokal melaporkan rumah sakit terdekat kewalahan dengan kehadiran ratusan korban luka.

Menurut media setempat, empat ledakan terjadi di dalam pangkalan militer yang terletak di kota pelabuhan tersebut.



Salah satu video menunjukkan asap mengepul dari lokasi ledakan dan beberapa wanita menangis dan beberapa dari mereka dalam kondisi terluka sedang dibantu menjauh dari tempat kejadian. Debu dan puing-puing memenuhi langit setempat dan jalan dipenuhi sampah.

Dalam sebuah pernyataan di televisi nasional, Presiden Teodoro Obiang menuding ledakan itu disebabkan oleh kelalaian penggunaan dinamit di pangkalan tersebut.

Baca juga: Lagi-lagi, Iran Ancam Ratakan Dua Kota Israel dengan Tanah

“Sedikitnya 15 orang tewas dan sekitar 500 lainnya cedera dalam ledakan itu,” kata Obiang, seperti dikutip Russia Today, Senin (8/3/2021).

Equatorial Guinea adalah koloni Spanyol hingga tahun 1968. Industri minyaknya telah menjadikannya negara kaya di Afrika Sub-Sahara. Namun, terjadi ketimpangan kekayaan di negara itu.



Negara tersebut baru-baru ini berjuang melawan penyebaran COVID-19, dan jatuhnya harga minyak mentah global—yang menjadi andalan negara untuk sebagian besar pendapatannya.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top