Iran: Ironis, Israel Bangun Fasilitas Senjata Nuklir tapi Diperlakukan Istimewa

Sabtu, 06 Maret 2021 - 11:20 WIB
loading...
Iran: Ironis, Israel...
Citra satelit yang menunjukkan perluasan fasilitas nuklir Dimona di gurun Negev, Israel. Foto/fissilematerials.org
A A A
WINA - Iran mengkritik keras Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang mereka anggap telah memperlakukan Israel dengan istimewa karena bungkam dengan pengembangan fasilitas senjata nuklir secara klandestein di negara Yahudi itu. Teheran menyebutnya sebagai hal ironis.

Kritikan itu dilontarkan Duta Besar Iran untuk IAEA yang berbasis di Wina, Kazem Gharibabadi. Dia menyampaikan kritiknya dalam sebuah pernyataan tertulis yang ditujukan kepada Dewan Gubernur IAEA hari Kamis waktu Wina.

Baca juga: Israel Perluas Fasilitas Dimona, Tempat Pembuatan Senjata Nuklir

Diplomat Iran itu mengatakan program senjata nuklir Tel Aviv bertentangan dengan seruan internasional. Menurutnya, kegiatan Tel Aviv di fasilitas nuklir yang sangat rahasia menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan dan stabilitas regional dan internasional.

Gharibabadi melanjutkan, semua negara di kawasan Timur Tengah, kecuali rezim Israel, adalah pihak yang meneken Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan telah melaksanakan untuk menerima safeguards komprehensif dari IAEA.

“Oleh karena itu, pengembangan program senjata nuklir klandestin oleh rezim ini [Israel] menimbulkan ancaman serius yang berkelanjutan tidak hanya terhadap keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia, tetapi juga terhadap efektivitas dan efisiensi NPT dan rezim perlindungan Badan [IAEA],” katanya dalam pernyataan yang dikutip SINDOnews.com, Sabtu (6/3/2021)

Dia menekankan bahwa Israel juga bukan pihak dalam perjanjian besar lainnya yang mengatur senjata pemusnah massal (WMD).

Mengutip citra satelit komersial dari fasilitas tersebut, Panel Internasional tentang Bahan Fissile (IPFM), sekelompok ahli nuklir independen dari 17 negara, melaporkan bulan lalu bahwa konstruksi baru yang signifikan telah berlangsung di kompleks Dimona.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
Berita Terkini
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved