Demonstran Myanmar Gantung Baju Wanita di Tali Jemuran untuk Perlindungan
Minggu, 07 Maret 2021 - 04:04 WIB
loading...
Deretan baju wanita digantung di tali jemuran melintasi jalan di Yangon, Myanmar. Foto/REUTERS
A
A
A
YANGON - Para pengunjuk rasa di Myanmar menggantung pakaian wanita melintang menyeberang jalan sebagai perlindungan untuk memperlambat polisi dan tentara.
Karena konon berjalan di bawah gantungan baju wanita itu secara tradisi dianggap membawa sial bagi para pria.
Kain panjang yang dikenal sebagai longyi itu digantung pada tali jemuran yang dipasang tinggi melintasi jalan. Terkadang pakaian dalam wanita juga digantungkan di tali jemuran itu.
Baca juga: Arab Saudi Waspada Rudal-rudal Iran di Gurun Irak Targetkan Kerajaan
"Alasan mengapa kami menggantung longyi melintasi jalan adalah karena kami memiliki kepercayaan tradisional bahwa jika kami lewat di bawah longyi, kami mungkin kehilangan keberuntungan," ungkap seorang pengunjuk rasa berusia 20 tahun yang menolak menyebutkan namanya karena takut diburu tentara.
Baca juga: Paus Fransiskus Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim di Irak
Karena konon berjalan di bawah gantungan baju wanita itu secara tradisi dianggap membawa sial bagi para pria.
Kain panjang yang dikenal sebagai longyi itu digantung pada tali jemuran yang dipasang tinggi melintasi jalan. Terkadang pakaian dalam wanita juga digantungkan di tali jemuran itu.
Baca juga: Arab Saudi Waspada Rudal-rudal Iran di Gurun Irak Targetkan Kerajaan
"Alasan mengapa kami menggantung longyi melintasi jalan adalah karena kami memiliki kepercayaan tradisional bahwa jika kami lewat di bawah longyi, kami mungkin kehilangan keberuntungan," ungkap seorang pengunjuk rasa berusia 20 tahun yang menolak menyebutkan namanya karena takut diburu tentara.
Baca juga: Paus Fransiskus Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim di Irak
Lihat Juga :