Perusahaan Israel Diam-diam Jual Senjata ke China, 20 Orang Ditangkap
Rabu, 03 Maret 2021 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Senjata yang dipermasalahkan yang dijual ke China adalah yang disebut "drone bunuh diri", yang merupakan hibrida antara drone dan rudal serta mampu melayang berjam-jam sebelum diarahkan ke target untuk meledak.
Meskipun drone itu dikenal mahal dan tidak akurat, diperkirakan negara-negara seperti China menginginkannya karena fakta bahwa drone itu dapat digunakan, daripada mengirim tentara untuk melakukan misi bunuh diri atau pemboman.
Contoh penggunaan drone bunuh diri itu terjadi selama konflik antara Azerbaijan dan Armenia atas Nagorno-Karabakh tahun lalu, ketika militer Azerbaijan menggunakannya untuk melawan pasukan Armenia setelah membeli drone itu pada 2019.
Meskipun kesepakatan semacam itu sering terjadi, penjualan ini terjadi pada saat yang genting saat terjadi perubahan pemerintahan AS.
Akar skandal ini terutama berasal dari fakta bahwa Tel Aviv tidak banyak mengatur industri persenjataannya.
Israel juga mengizinkan perusahaan pertahanannya beroperasi di sektor swasta, tanpa pengawasan atau pertanggungjawaban.
Meskipun drone itu dikenal mahal dan tidak akurat, diperkirakan negara-negara seperti China menginginkannya karena fakta bahwa drone itu dapat digunakan, daripada mengirim tentara untuk melakukan misi bunuh diri atau pemboman.
Contoh penggunaan drone bunuh diri itu terjadi selama konflik antara Azerbaijan dan Armenia atas Nagorno-Karabakh tahun lalu, ketika militer Azerbaijan menggunakannya untuk melawan pasukan Armenia setelah membeli drone itu pada 2019.
Meskipun kesepakatan semacam itu sering terjadi, penjualan ini terjadi pada saat yang genting saat terjadi perubahan pemerintahan AS.
Akar skandal ini terutama berasal dari fakta bahwa Tel Aviv tidak banyak mengatur industri persenjataannya.
Israel juga mengizinkan perusahaan pertahanannya beroperasi di sektor swasta, tanpa pengawasan atau pertanggungjawaban.
(sya)
Lihat Juga :