Iran Eksekusi Empat Orang Etnis Arab Terkait Serangan Bersenjata
Selasa, 02 Maret 2021 - 14:45 WIB
loading...
aksa Umum Teheran Saeed Mortazavi (kedua kiri) menghadiri eksekusi gantung Majid Kavousifar dan Hossein Kavousifar di Teheran, Iran, pada 2 Agustus 2007. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Iran mengeksekusi empat orang etnis Arab pada Senin (1/3) karena dituduh melakukan serangan bersenjata.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), situs berita yang dijalankan secara kolektif oleh pembela hak asasi manusia Iran itu menyebut keempat orang itu bernama Ali Khasraji, Hossein Silawi, Nasser Khafajian dan Jassem Heydari.
Khasraji, Silawi dan Khafajian telah dijatuhi hukuman mati terkait serangan bersenjata di satu kantor polisi di Ahwaz, ibu kota provinsi Khuzestan yang kaya minyak, pada 2017.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Mulai Pengayaan Uranium Hari Ini
Garda Revolusi Iran mengatakan pada saat itu dua petugas polisi tewas dalam serangan tersebut.
Baca juga: Jet Tempur Tanpa Pilot Sukses Dites Terbang Boeing dan Militer Australia
“Ketiga orang itu menjadi sasaran penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya, yang mengakibatkan tulang rusuk atau tangan mereka patah," papar pernyataan kelompok hak asasi manusia Amnesty International yang berbasis di London.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), situs berita yang dijalankan secara kolektif oleh pembela hak asasi manusia Iran itu menyebut keempat orang itu bernama Ali Khasraji, Hossein Silawi, Nasser Khafajian dan Jassem Heydari.
Khasraji, Silawi dan Khafajian telah dijatuhi hukuman mati terkait serangan bersenjata di satu kantor polisi di Ahwaz, ibu kota provinsi Khuzestan yang kaya minyak, pada 2017.
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Mulai Pengayaan Uranium Hari Ini
Garda Revolusi Iran mengatakan pada saat itu dua petugas polisi tewas dalam serangan tersebut.
Baca juga: Jet Tempur Tanpa Pilot Sukses Dites Terbang Boeing dan Militer Australia
“Ketiga orang itu menjadi sasaran penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya, yang mengakibatkan tulang rusuk atau tangan mereka patah," papar pernyataan kelompok hak asasi manusia Amnesty International yang berbasis di London.
Lihat Juga :