China: Larangan Buah Nanas dari Taiwan Tak Terkait Politik

Selasa, 02 Maret 2021 - 07:30 WIB
loading...
China: Larangan Buah...
Para petani menjual nanas di pinggir jalan di Kaohsiung, Taiwan, 27 Februari 2021. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China membantah tuduhan Taiwan bahwa larangan nanas dari pulau itu terkait politik.

Beijing mengatakan larangan itu murni masalah keamanan hayati. Perang kata-kata meningkat antara kedua pihak hingga menambah ketegangan yang telah ada.

China mengumumkan larangan buah nanas dari Taiwan itu pekan lalu dengan menyebut "makhluk berbahaya" yang bisa datang bersama buahnya sehingga mengancam pertanian China.

Baca juga: Buah Terlarang: Rakyat Taiwan Diminta Makan Lebih Banyak Nanas

Taiwan mengatakan tidak ada yang salah dengan nanasnya dan Beijing menggunakan buah itu sebagai cara lain untuk menekan Taipei.

Lihat infografis: PBNU Tegaskan Menolak Legalisasi Miras, Lebih Banyak Mudaratnya

Kantor Urusan Taiwan China mengatakan keputusan itu "sangat rasional dan perlu" dan bea cukai bertanggung jawab mencegah penyakit yang dibawa oleh tanaman memasuki negara itu.



"Otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP) dengan sengaja salah mengartikan dan dengan jahat menafsirkan masalah teknis, mengambil kesempatan untuk menyerang dan mendiskreditkan (China) daratan," papar pernyataan otoritas China, merujuk pada partai yang berkuasa di Taiwan.

“DPP tidak memiliki kemauan atau kemampuan untuk memecahkan masalah praktis, dan mereka hanya dapat menghindari tanggung jawab mereka sendiri dengan memfitnah daratan,” ujar otoritas China.

Meski Taiwan terkenal secara internasional karena mengekspor semikonduktor, pulau sub-tropis ini memiliki industri buah yang berkembang pesat ketika masih menjadi koloni Jepang.

Tahun lalu, lebih dari 90% nanas yang diekspor Taiwan dikirim ke China.

Para politisi bersatu di belakang petani nanas, memposting foto diri mereka di ladang dengan petani dan menyelipkan buah nanas di halaman media sosial mereka.

Mereka mendorong konsumen domestik untuk memakan lebih banyak nanas.

Pemerintah juga telah meminta perusahaan Taiwan melakukan pembelian dalam jumlah besar, dan mencari pasar ekspor alternatif.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Minggu mengunjungi perkebunan nanas di Taiwan selatan, di mana sebagian besar buah ditanam. Di daerah tersebut, DPP secara tradisional menikmati dukungan yang kuat.

China telah meningkatkan tekanan untuk membuat Taiwan menerima kedaulatan China, termasuk mengerahkan jet tempur dan pembom yang terbang secara teratur di dekat Taiwan atau ke zona identifikasi pertahanan udaranya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Aroma Konspirasi Mencuat:...
Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved