Turki-AS Kerja Sama Pelajari Sistem Rudal Pantsir S-1 Rusia

Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:36 WIB
loading...
Turki-AS Kerja Sama...
Turki dan AS kerja sama pelajari sistem rudal Pantsir S-1 Rusia. Foto/Overtdefense
A A A
TRIPOLI - Turki dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan bekerja sama untukmempelajari sistemrudal Pantsir S-1 Rusia yang berhasil direbut di Libya pada bulan lalu.

Dalam sebuah laporan bulan lalu oleh Times di London, baterai rudal Pantsir S-1 yang dipasang di truk direbut oleh militan yang berafiliasi dengan Pemerintah Libya saat mereka merebut Pangkalan Udara Al-Watiya pada Mei tahun lalu. Sistem pertahanan rudal itu dibuat oleh Rusia dan diberikan kepada Uni Emirat Arab (UEA), yang kemudian diberikan kepada pasukan Khalifa Haftar di Libya timur.

Sistem itu didapatkan dari seorang komandan milisi yang berafiliasi dengan ISIS setelah ia sempat menguasainya sebentar, sebelum dilaporkan dikumpulkan oleh pesawat kargo Angkatan Udara AS dan dikirim ke Pangkalan Udara Ramstein di Jerman sebagai bagian dari operasi rahasia.



Namun, alih-alih dikirim ke Jerman di bawah kendali AS, sistem Pantsir sebenarnya dikirim ke Bandara Internasional Mitiga di Tripoli di mana ia disita oleh pasukan Turki. Laporan itu mengutip seorang pejabat Libya yang tidak disebutkan namanya.

Washington dan Ankara kemudian berdebat tentang siapa yang harus menjaga sistem pertahanan rudal itu. Untuk diketahui, sistem pertahanan rudal itu masih utuh daripada dihancurkan oleh drone Bayraktar TB2 buatan Turki seperti banyak baterai Pantsir lainnya di Libya.

Sementara AS mengatakan bahwa mereka harus mengekstrak sistem itu agar tidak jatuh ke tangan ekstremis, Turki bersikeras bahwa mereka harus memiliki hak untuk mempelajarinya secara rinci.

Baca juga: Demi Dapatkan 100 Jet Tempur F-35, Turki Sewa Firma Hukum AS

Kedua anggota NATO tersebut diperkirakan memiliki tujuan yang sama untuk mempelajari sistem Pantsir Rusia dan meretas teknologinya. Pada akhirnya, mereka setuju untuk mempelajari sistem bersama-sama, dengan AS menggunakan pesawat kargo untuk mengirimkannya ke Turki Juni lalu di mana kedua belah pihak dapat mengerjakannya bersama-sama, menurut para pejabat yang dikutip oleh Africa Report seperti dinukil dari Middle East Monitor, Sabtu (27/2/2021).

Kesepakatan itu melegakan para tokoh senior di pemerintahan Libya seperti Perdana Menteri Fayez Al-Sarraj dan Menteri Dalam Negeri Fathi Bashagha. Seorang pejabat mengatakan bahwa mereka merasa seperti anak-anak dalam perceraian karena diseret ke dalam perselisihan tersebut.

Bulan lalu, seorang pejabat Rusia mengatakan bahwa tidak ada gunanya mempelajari sistem rudal itu karena Pantsir yang ditangkap adalah salah satu dari banyak versi ekspor yang dilucuti dari database identifikasi rahasia untuk menyembunyikan kode transponder semua jet di angkatan udara Rusia.

Baca juga: AS Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III yang Bisa Bawa Nuklir

Kisah sistem Pantsir yang direbut dan kesepakatan Turki-AS dikatakan sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan antara mitra NATO. AS dan Turki bersitegang selama beberapa tahun terakhir karena pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh Ankara. Namun, tidak ada tanda-tanda bahwa hubungan keduanya telah membaik sejak tahun lalu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved