Intelijen AS: Putra Mahkota Arab Saudi Setuju Tangkap atau Bunuh Khashoggi
Sabtu, 27 Februari 2021 - 02:50 WIB
loading...
A
A
A
Satu tim operasi yang terkait MBS membunuh Khashoggi di sana dan memotong-motong tubuhnya. Jenazahnya hingga saat ini belum ditemukan.
Riyadh awalnya mengeluarkan cerita yang saling bertentangan tentang hilangnya Khashoggi, tetapi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi terbunuh dalam apa yang disebut operasi ekstradisi "nakal" yang tidak beres.
Dua puluh satu pria ditangkap dalam pembunuhan itu dan lima pejabat senior, termasuk wakil kepala intelijen, Ahmad Asiri, dan Saud al-Qahtani, pembantu senior MBS, dipecat.
Pada Januari 2019, 11 orang diadili secara tertutup. Lima orang dijatuhi hukuman mati, yang diubah menjadi 20 tahun penjara setelah mereka diampuni keluarga Khashoggi, sementara tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara.
“Asiri diadili tetapi dibebaskan karena tidak cukup bukti," ungkap jaksa penuntut, sementara Qahtani diselidiki tetapi tidak dituntut.
“Sebagai bagian dari penyeimbangan kembali hubungan Biden dengan Arab Saudi, dia hanya akan berkomunikasi dengan Raja Salman,” papar Gedung Putih, langkah yang memungkinkan Washington mengambil jarak antara Biden dan putra mahkota MBS, 35.
Langkah ini akan memulihkan protokol yang dilanggar Trump dan menantu serta pembantu utamanya, Jared Kushner, yang mempertahankan saluran langsung ke MBS.
MBS telah mengkonsolidasikan kekuasaan sejak menggulingkan pamannya sebagai pewaris takhta dalam kudeta istana tahun 2017.
Dia berusaha memenangkan dukungan publik dengan mengawasi reformasi ekonomi dan sosial yang populer.
Tetapi dia juga telah menahan para lawan dan aktivis hak perempuan serta mengejar berbagai kebijakan asing yang berisiko, beberapa di antaranya menjadi bumerang, seperti keterlibatan di Yaman.
Saat ini perang Yaman menjadi pertarungan antara proxy Saudi dan Iran hingga menciptakan krisis kemanusiaan.
Riyadh awalnya mengeluarkan cerita yang saling bertentangan tentang hilangnya Khashoggi, tetapi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi terbunuh dalam apa yang disebut operasi ekstradisi "nakal" yang tidak beres.
Dua puluh satu pria ditangkap dalam pembunuhan itu dan lima pejabat senior, termasuk wakil kepala intelijen, Ahmad Asiri, dan Saud al-Qahtani, pembantu senior MBS, dipecat.
Pada Januari 2019, 11 orang diadili secara tertutup. Lima orang dijatuhi hukuman mati, yang diubah menjadi 20 tahun penjara setelah mereka diampuni keluarga Khashoggi, sementara tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara.
“Asiri diadili tetapi dibebaskan karena tidak cukup bukti," ungkap jaksa penuntut, sementara Qahtani diselidiki tetapi tidak dituntut.
“Sebagai bagian dari penyeimbangan kembali hubungan Biden dengan Arab Saudi, dia hanya akan berkomunikasi dengan Raja Salman,” papar Gedung Putih, langkah yang memungkinkan Washington mengambil jarak antara Biden dan putra mahkota MBS, 35.
Langkah ini akan memulihkan protokol yang dilanggar Trump dan menantu serta pembantu utamanya, Jared Kushner, yang mempertahankan saluran langsung ke MBS.
MBS telah mengkonsolidasikan kekuasaan sejak menggulingkan pamannya sebagai pewaris takhta dalam kudeta istana tahun 2017.
Dia berusaha memenangkan dukungan publik dengan mengawasi reformasi ekonomi dan sosial yang populer.
Tetapi dia juga telah menahan para lawan dan aktivis hak perempuan serta mengejar berbagai kebijakan asing yang berisiko, beberapa di antaranya menjadi bumerang, seperti keterlibatan di Yaman.
Saat ini perang Yaman menjadi pertarungan antara proxy Saudi dan Iran hingga menciptakan krisis kemanusiaan.
(sya)
Lihat Juga :