Intelijen AS: Putra Mahkota Arab Saudi Setuju Tangkap atau Bunuh Khashoggi

Sabtu, 27 Februari 2021 - 02:50 WIB
loading...
A A A
Dalam mendeklasifikasi laporan tersebut, Presiden AS Joe Biden mencabut penolakan pendahulunya Donald Trump untuk merilisnya yang bertentangan dengan Undang-undang tahun 2019, yang mencerminkan kesediaan AS yang baru untuk menantang kerajaan terkait masalah hak asasi manusia (HAM) hingga perang di Yaman.

Namun, Biden mengambil langkah tipis untuk mempertahankan hubungan dengan Saudi saat dia berusaha menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dengan saingan regionalnya Iran dan untuk mengatasi tantangan lain, termasuk memerangi ekstremisme dan memajukan hubungan Arab-Israel.

Washington membuat koreografi berbagai acara untuk melunakkan pukulan bagi Saudi itu, dengan Biden pada Kamis berbicara dengan ayah putra mahkota yang berusia 85 tahun, Raja Salman.

Dalam panggilan telepon antara Biden dan Raja Salman, kedua pihak mengatakan mereka menegaskan kembali aliansi mereka yang telah berusia puluhan tahun dan berjanji bekerja sama.

“Tetapi pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan pembatalan kesepakatan senjata dengan Arab Saudi yang menimbulkan masalah hak asasi manusia, sambil membatasi penjualan militer di masa depan untuk senjata defensif, papar sumber yang mengetahui pemikiran pemerintah AS tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan bahwa fokus AS adalah mengakhiri konflik di Yaman meskipun AS memastikan Arab Saudi memiliki semua yang dibutuhkan untuk mempertahankan wilayahnya.

Laporan intelijen yang tidak dirahasiakan itu disiapkan Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, menggemakan versi rahasia dari laporan tentang pembunuhan Khashoggi yang dibagikan Trump dengan anggota Kongres pada akhir 2018.

Penolakan Trump atas tuntutan anggota parlemen dan kelompok hak asasi manusia agar merilis versi yang tidak dirahasiakan pada saat itu mencerminkan keinginan menjaga kerja sama dengan Riyadh di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran dan untuk mempromosikan penjualan senjata AS ke kerajaan.

Direktur baru intelijen nasional Biden, Avril Haines, telah berkomitmen mematuhi undang-undang pertahanan tahun 2019 yang mewajibkan kantornya merilis dalam waktu 30 hari laporan yang tidak dirahasiakan tentang pembunuhan Khashoggi.

Khashoggi yang berusia 59 tahun adalah jurnalis Saudi yang tinggal di pengasingan di Virginia yang menulis artikel opini untuk Washington Post dan kerap mengkritik kebijakan putra mahkota.

Dia dibujuk pada 2 Oktober 2018, ke konsulat Saudi di Istanbul dengan janji dokumen yang dia butuhkan untuk menikahi tunangannya asal Turki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved