Myanmar Hadapi Lebih Banyak Protes, Indonesia Dorong Upaya Diplomatik
Rabu, 24 Februari 2021 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Krisis tersebut meningkatkan prospek isolasi Myanmar dan memicu kegelisahan investor, memperburuk dampak pandemi COVID-19 yang telah merusak konsumsi masyarakat dan menghentikan pariwisata.
Panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing, dalam pertemuan dengan dewan yang berkuasa pada Senin, menyerukan agar anggaran pengeluaran negara dan impor dipotong serta ekspor ditingkatkan.
“Dewan perlu mengerahkan energinya untuk menghidupkan kembali ekonomi negara yang sedang sakit. Tindakan pemulihan ekonomi harus diambil,”media pemerintah mengutip perkataannya.
Min Aung Hlaing tidak mengaitkan protes secara langsung dengan masalah ekonomi tetapi mengatakan pihak berwenang mengikuti jalur demokrasi dalam menangani mereka dan polisi menggunakan kekuatan minimal, seperti peluru karet.
Pasukan keamanan telah menunjukkan lebih banyak pengekangan dibandingkan dengan tindakan keras sebelumnya terhadap para pengunjuk rasa.
Meski begitu, tiga pengunjuk rasa telah ditembak dan dibunuh. Sumber lain menyatakan korban tewas mencapai empat orang. Militer mengatakan seorang polisi tewas karena luka-luka yang dideritanya selama protes.
Militer menuduh pengunjuk rasa memprovokasi kekerasan.
Pelapor Khusus PBB Tom Andrews mengatakan jutaan orang yang melakukan unjuk rasa pada Senin menunjukkan bahwa mereka siap untuk menghadapi ancaman militer.
Negara-negara Barat berusaha meningkatkan tekanan pada junta pekan ini dengan peringatan Uni Eropa sedang mempertimbangkan sanksi yang akan menargetkan bisnis yang dimiliki tentara.
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada dua anggota junta lagi dan memperingatkan mereka dapat mengambil tindakan lebih lanjut.
China mengatakan tindakan internasional apa pun harus berkontribusi pada stabilitas, mempromosikan rekonsiliasi, dan menghindari memperumit situasi.
Panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing, dalam pertemuan dengan dewan yang berkuasa pada Senin, menyerukan agar anggaran pengeluaran negara dan impor dipotong serta ekspor ditingkatkan.
“Dewan perlu mengerahkan energinya untuk menghidupkan kembali ekonomi negara yang sedang sakit. Tindakan pemulihan ekonomi harus diambil,”media pemerintah mengutip perkataannya.
Min Aung Hlaing tidak mengaitkan protes secara langsung dengan masalah ekonomi tetapi mengatakan pihak berwenang mengikuti jalur demokrasi dalam menangani mereka dan polisi menggunakan kekuatan minimal, seperti peluru karet.
Pasukan keamanan telah menunjukkan lebih banyak pengekangan dibandingkan dengan tindakan keras sebelumnya terhadap para pengunjuk rasa.
Meski begitu, tiga pengunjuk rasa telah ditembak dan dibunuh. Sumber lain menyatakan korban tewas mencapai empat orang. Militer mengatakan seorang polisi tewas karena luka-luka yang dideritanya selama protes.
Militer menuduh pengunjuk rasa memprovokasi kekerasan.
Pelapor Khusus PBB Tom Andrews mengatakan jutaan orang yang melakukan unjuk rasa pada Senin menunjukkan bahwa mereka siap untuk menghadapi ancaman militer.
Negara-negara Barat berusaha meningkatkan tekanan pada junta pekan ini dengan peringatan Uni Eropa sedang mempertimbangkan sanksi yang akan menargetkan bisnis yang dimiliki tentara.
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada dua anggota junta lagi dan memperingatkan mereka dapat mengambil tindakan lebih lanjut.
China mengatakan tindakan internasional apa pun harus berkontribusi pada stabilitas, mempromosikan rekonsiliasi, dan menghindari memperumit situasi.
(sya)
Lihat Juga :