Paus Fransiskus Akan Kunjungi Tempat Lahir Nabi Ibrahim di Irak
Selasa, 23 Februari 2021 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
Nabi Ibrahim atau dikenal juga dengan Abraham, Bapak dari umat Yahudi, Kristen dan Islam, dijelaskan dalam Alkitab tinggal di kota kuno tersebut sebelum Tuhan memanggilnya untuk menciptakan bangsa baru di tanah yang kemudian dia pelajari adalah Kanaan.
“Inilah mengapa diyakini bahwa bangunan atau rumah ini adalah rumah Nabi Ibrahim,” kata Ghanim sambil menunjuk ke kompleks pemukiman tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (23/2/2021).
Baca juga: Istri Cantik Bos Kartel Narkoba El Chapo Ditangkap di Virginia
Menurut Ghanim, permukiman tersebut dipulihkan pada tahun 1999, setelah pendahulu Paus Fransiskus, Paus Yohanes Paulus II, mengumumkan perjalanan ke Irak. Tetapi kunjungannya dibatalkan ketika negosiasi dengan pemerintah Presiden Saddam Hussein gagal.
Kali ini, Ghanim berharap kunjungan Paus Fransiskus akan menarik perhatian internasional ke situs tersebut, yang menurutnya sangat dibutuhkan untuk mendanai pekerjaan restorasi di istana dan kuilnya.
“Bukan hanya pariwisata, tapi kami yakin akan ada musim ziarah umat Kristiani,” kata Ghanim.
Un Ponte Per, sebuah organisasi yang berbasis di Italia, adalah yang bekerja dengan Program Pembangunan PBB pada pekerjaan infrastruktur seperti jalan setapak, tempat istirahat dan rambu-rambu untuk membantu pengunjung.
“Inilah mengapa diyakini bahwa bangunan atau rumah ini adalah rumah Nabi Ibrahim,” kata Ghanim sambil menunjuk ke kompleks pemukiman tersebut, seperti dikutip Reuters, Selasa (23/2/2021).
Baca juga: Istri Cantik Bos Kartel Narkoba El Chapo Ditangkap di Virginia
Menurut Ghanim, permukiman tersebut dipulihkan pada tahun 1999, setelah pendahulu Paus Fransiskus, Paus Yohanes Paulus II, mengumumkan perjalanan ke Irak. Tetapi kunjungannya dibatalkan ketika negosiasi dengan pemerintah Presiden Saddam Hussein gagal.
Kali ini, Ghanim berharap kunjungan Paus Fransiskus akan menarik perhatian internasional ke situs tersebut, yang menurutnya sangat dibutuhkan untuk mendanai pekerjaan restorasi di istana dan kuilnya.
“Bukan hanya pariwisata, tapi kami yakin akan ada musim ziarah umat Kristiani,” kata Ghanim.
Un Ponte Per, sebuah organisasi yang berbasis di Italia, adalah yang bekerja dengan Program Pembangunan PBB pada pekerjaan infrastruktur seperti jalan setapak, tempat istirahat dan rambu-rambu untuk membantu pengunjung.
Lihat Juga :