Lavrov: Barat Coba Lemahkan Negara-negara di Sekitar Rusia

Minggu, 21 Februari 2021 - 15:30 WIB
loading...
Lavrov: Barat Coba Lemahkan...
Lavrov mengatakan bahwa negara-negara Barat berusaha untuk melemahkan semua negara di sekitar Rusia. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Negara-negara Barat berusaha untuk melemahkan semua negara di sekitar Rusia. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

"Mereka berusaha melemahkan sebanyak mungkin semua yang ada di sekitar kita: Belarusia, Asia Tengah, dan sekarang Kaukasus Selatan," kata Lavrov saat melakukan wawancara dengan aluran televisi RBC. Baca juga: Ukraina Peringati 7 Tahun Agresi Rusia dan Aneksasi Crimea oleh Moskow

"Setelah sukses misi mediatori Presiden Rusia, Vladimir Putin antara Armenia dan Azerbaijan, mereka terkejut, mengapa tanpa suara mereka? Sekarang, mereka mencoba membangun aktivitas mereka di wilayah itu," sambungnya.

Lavrov, seperti dilansir Tass pada Minggu (21/2/2021), negara-negara Barat membutuhkan rezim Ukraina hanya untuk satu hal, yaitu terus mengganggu Rusia dan menemukan dalih baru untuk kebijakan Russophobia.

Namun, dia mencatat bahwa keadaan seperti itu tidak ada hubungannya dengan ideologi era Perang Dingin dan konfrontasi antara dua sistem.

"Ini hanya berarti bahwa mitra Barat kami tidak mau, tidak siap, dan tidak dapat berbicara atas dasar kesetaraan," jelas diplomat senior Rusia itu.Baca juga: Ilmuwan Rusia Meneliti Virus Prasejarah dari Bangkai Kuda Berusia 4.500 Tahun

"Baik dengan Rusia, atau dengan China, atau siapa pun. Mereka sangat membutuhkan struktur di mana mereka dapat mendominasi. Itulah mengapa mereka tidak menyukai Perserikatan Bangsa-Bangsa karena mereka tidak dapat mengontrolnya 100 persen," tambah Lavrov.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Alokasikan Pokir untuk...
Alokasikan Pokir untuk Aspal Jalan, Effendi Alung Konsisten Kawal Infrastruktur Jambi
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved