Militer Myanmar Bersikeras Aksi Mereka Bukan Kudeta

Selasa, 16 Februari 2021 - 21:22 WIB
loading...
Militer Myanmar Bersikeras...
Militer Myanmar kembali mengatakan bahwa tidak punya pilihan selain merebut kekuasaan di negara itu dan bersikeras bahwa aksi yang mereka lakukan itu bukan kudeta. Foto/REUTERS
A A A
YANGON - Militer Myanmar kembali mengatakan bahwa tidak punya pilihan selain merebut kekuasaan di negara itu. Mereka juga bersikeras bahwa aksi yang mereka lakukan itu bukan kudeta.

Juru bicara militer Myanmar, Zaw Min Tun menuturkan bahwa penahanan para pemimpin sipil, termasuk Aung San Suu Kyi juga adalah sesuatu yang harus dilakukan. Dia mengklaim bahwa dugaan kecurangan pemilu pada November belum ditangani atas perintah militer.

"Tujuan kami adalah mengadakan pemilihan dan menyerahkan kekuasaan kepada partai pemenang," ucapnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (16/2/2021). Baca juga: Obral Grasi, Militer Myanmar Ampuni Lebih dari 23.000 Tahanan

Mengomentari demonstrasi terbaru di Yangon, Zaw mencatat bahwa demonstran menghasut kekerasan terhadap polisi selama unjuk rasa.

"Dalam salah satu serangan, salah satu petugas polisi tewas karena luka-lukanya," ujarnya. Baca juga: Bertanggung Jawab Atas Kudeta, AS Sanksi 10 Pejabat Myanmar

Ketika ditanya tentang penahanan Suu Kyi, Zaw mengatakan bahwa pejabat akan memutuskan masalah tersebut sesuai dengan konstitusi.

Dia menekankan bahwa Myanmar kemungkinan akan berpegang pada konstitusi 2008. Dokumen tersebut, yang mulai berlaku lebih dari satu dekade lalu dan diamandemen pada 2015, menyediakan sekitar seperempat kursi di parlemen untukperwira militer.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Bunuh Tentara AS, Militer...
Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Rekomendasi
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
Berita Terkini
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved