Analis: Kudeta Militer Mungkin Dipicu Ambisi Min Aung Hlaing
Senin, 15 Februari 2021 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, pensiun yang diamanatkannya pada pertengahan tahun lalu dan adanya pemilihan umum akan memungkinkan dia untuk beralih ke urusan sipil.
Baca: Tentara Myanmar Buru Tujuh Pendukung Protes Kudeta
"Namun, dengan kemenangan gemilang oleh NLD dalam pemilihan, peluangnya untuk mengambil kursi kepresidenan dengan cepat menguap dan dengan masa depan politiknya yang diragukan, ia memilih untuk melawan dalam bentuk yang paling ekstrim," ujarnya.
Terkait kecaman yang datang, khususnya dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Uni Eropa (UE) dan PBB, Harriman mengatakan ini tidak akan terlalu berdampak pada militer Myanmar.
"Inggris, AS, UE dan PBB memiliki pilihan terbatas yang mereka miliki. Mereka dapat mengeluarkan pernyataan yang kuat untuk menstigmatisasi para pembuat kudeta dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi, tetapi hal ini tidak banyak berguna dalam mengubah dinamika politik. Junta memiliki pilihan lain seperti China dan tetangga regional yang siap menjalankan bisnis seperti biasa," ujarnya.
Baca: Tentara Myanmar Buru Tujuh Pendukung Protes Kudeta
"Namun, dengan kemenangan gemilang oleh NLD dalam pemilihan, peluangnya untuk mengambil kursi kepresidenan dengan cepat menguap dan dengan masa depan politiknya yang diragukan, ia memilih untuk melawan dalam bentuk yang paling ekstrim," ujarnya.
Terkait kecaman yang datang, khususnya dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Uni Eropa (UE) dan PBB, Harriman mengatakan ini tidak akan terlalu berdampak pada militer Myanmar.
"Inggris, AS, UE dan PBB memiliki pilihan terbatas yang mereka miliki. Mereka dapat mengeluarkan pernyataan yang kuat untuk menstigmatisasi para pembuat kudeta dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi, tetapi hal ini tidak banyak berguna dalam mengubah dinamika politik. Junta memiliki pilihan lain seperti China dan tetangga regional yang siap menjalankan bisnis seperti biasa," ujarnya.
Lihat Juga :