Turki Bertekad Mencapai Bulan pada 2023, China dan UEA Tiba di Mars
Kamis, 11 Februari 2021 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Perlombaan ke Mars
Berbagai negara di dunia menjadikan misi antariksa sebagai bagian dari prestasi dan prestise negara mereka di mata dunia. Selain mencapai bulan, planet Mars menjadi target misi berbagai negara.
Pesawat antariksa China memasuki orbit sekitar Mars pada Rabu (10/2) dalam ekspedisi untuk mendaratkan penjelajah di permukaan planet itu dan mencari tanda-tanda kehidupan kuno.
Ini menjadi misi luar angkasa paling ambisius bagi China.
Kedatangan pesawat antariksa Tianwen-1 ke orbit Mars itu setelah perjalanan selama tujuh bulan dan hampir 475 juta kilometer.
Misi China itu setelah pesawat antariksa Uni Emirat Arab (UEA) memasuki orbit di sekitar Mars pada Selasa (9/2), dan penjelajah Amerika Serikat (AS) akan tiba pekan depan.
Badan antariksa China mengatakan, pengorbit dan penjelajah berbobot lima ton itu telah menyalakan mesinnya untuk mengurangi kecepatan, sehingga dapat ditangkap oleh gravitasi Mars.
"Memasuki orbit telah berhasil menjadikannya satelit Mars buatan pertama negara kita," ungkap badan antariksa tersebut.
Misi itu menjadi prestasi dan prestise bagi Partai Komunis yang berkuasa di China.
Jika semua berjalan sesuai rencana, penjelajah akan terpisah dari pesawat ruang angkasa dalam beberapa bulan dan mendarat dengan aman di permukaan Mars. Hal ini menjadikan China sebagai negara kedua yang melakukan prestasi seperti itu.
Penjelajah itu adalah kendaraan bertenaga surya seukuran mobil golf. Penjelajah akan mengumpulkan data tentang air bawah tanah dan mencari bukti bahwa Mars mungkin pernah menampung kehidupan mikroskopis.
Tianwen merupakan judul puisi kuno yang berarti "Pencarian Kebenaran Surgawi".
Mendaratkan pesawat antariksa di Mars sangat sulit. Pesawat luar angkasa Rusia dan Eropa hancur mengotori permukaan Mars. Penjelajah Amerika Serikat (AS) juga gagal mendarat.
Sekitar selusin pengorbit meleset dari sasaran yang ditetapkan. Pada 2011, pengorbit China yang menuju Mars dan bagian dari misi Rusia, tidak berhasil keluar dari orbit Bumi.
Berbagai negara di dunia menjadikan misi antariksa sebagai bagian dari prestasi dan prestise negara mereka di mata dunia. Selain mencapai bulan, planet Mars menjadi target misi berbagai negara.
Pesawat antariksa China memasuki orbit sekitar Mars pada Rabu (10/2) dalam ekspedisi untuk mendaratkan penjelajah di permukaan planet itu dan mencari tanda-tanda kehidupan kuno.
Ini menjadi misi luar angkasa paling ambisius bagi China.
Kedatangan pesawat antariksa Tianwen-1 ke orbit Mars itu setelah perjalanan selama tujuh bulan dan hampir 475 juta kilometer.
Misi China itu setelah pesawat antariksa Uni Emirat Arab (UEA) memasuki orbit di sekitar Mars pada Selasa (9/2), dan penjelajah Amerika Serikat (AS) akan tiba pekan depan.
Badan antariksa China mengatakan, pengorbit dan penjelajah berbobot lima ton itu telah menyalakan mesinnya untuk mengurangi kecepatan, sehingga dapat ditangkap oleh gravitasi Mars.
"Memasuki orbit telah berhasil menjadikannya satelit Mars buatan pertama negara kita," ungkap badan antariksa tersebut.
Misi itu menjadi prestasi dan prestise bagi Partai Komunis yang berkuasa di China.
Jika semua berjalan sesuai rencana, penjelajah akan terpisah dari pesawat ruang angkasa dalam beberapa bulan dan mendarat dengan aman di permukaan Mars. Hal ini menjadikan China sebagai negara kedua yang melakukan prestasi seperti itu.
Penjelajah itu adalah kendaraan bertenaga surya seukuran mobil golf. Penjelajah akan mengumpulkan data tentang air bawah tanah dan mencari bukti bahwa Mars mungkin pernah menampung kehidupan mikroskopis.
Tianwen merupakan judul puisi kuno yang berarti "Pencarian Kebenaran Surgawi".
Mendaratkan pesawat antariksa di Mars sangat sulit. Pesawat luar angkasa Rusia dan Eropa hancur mengotori permukaan Mars. Penjelajah Amerika Serikat (AS) juga gagal mendarat.
Sekitar selusin pengorbit meleset dari sasaran yang ditetapkan. Pada 2011, pengorbit China yang menuju Mars dan bagian dari misi Rusia, tidak berhasil keluar dari orbit Bumi.
Lihat Juga :